• Blog Stats

    • 125,225 hits

Peduli Santri Rumah Qur’an

Peduli Santri Rumah Qur’an :
Terimakasih,Ajrakallah, Jazakumullah Khoiron katshira, Kepada Donatur Rumah Qur’an  di Sleman, Magelang serta Situbondo

peduliyatim pedulisehati (7)

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-11

 

Peduli Santri Rumah Qur'an (9)

 

 

Peduli Yatim Situbondo (1)

 

 

Peduli Santri Rumah Qur'an (6)

Peduli Santri Rumah Qur'an (3)

 

Peduli Yatim Situbondo (2)

anak anak santri sehati pedulisehati (4)Penyaluran Mukena dan sarung  untuk Yatim DS 25 Mei 2014 (3)

Peduli Santunan 102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (13)

Tips Bagaimana seKeluarga di Surga  Caranya  Gabung sekeluarga menjadi Penyantun  Yatim

Peduli Santunan 102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (4) Tips Bagaimana seKeluarga di Surga Caranya Gabung sekeluarga menjadi Penyantun Yatim Hadist : Aku dan pengasuh anak yatim (kelak) di surga seperti dua jari ini. (HR. Bukhari) Penjelasan: (Rasulullah Saw. menunjuk jari telunjuk dan jari tengah dan merapatkan keduanya). Simak Simak Santunan dan pengusapan Yatim Total ada 103 anak yatim 10 Muharam 1440 Hijrah Atau 19 September 2018 https://youtu.be/r8LVt3mfqLs Mari, Gabung menjadi Keluarga PeduliSehati Penyantun Santri Yatim Klik https://pedulisehati.wordpress.com/2018/09/21/mari-jadilah-keluarga-peduli-sehati-peduli-yatim/

Mari Jadilah Keluarga Peduli Sehati Peduli Yatim (3)

 

 

Jangan Sampai Salah, Berapakah ukuran Zakat Fitrah? 2,5 Kg atau 3 Kg? Tips Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal

Jangan Sampai Salah,
Berapakah ukuran Zakat Fitrah? 2,5 Kg atau 3 Kg?
Serta Tips Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal

Berapakah ukuran Zakat Fitrah?

2,5 Kg atau 3 Kg?

Lihat Film berikut penjelasan panduan hitung zakat

Hadist shahih tentang zakat fitrah:

 dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW  bersabda:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – زَكَاةَ الْفِطْرِ, صَاعًا مِنْ تَمْرٍ, أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ: عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ, وَالذَّكَرِ, وَالْأُنْثَى, وَالصَّغِيرِ, وَالْكَبِيرِ, مِنَ الْمُسْلِمِينَ, وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang besar dari kalangan orang Islam. Dan beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang pergi menunaikan shalat “

(HR. Bukhari dan Muslim)

Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal Junni Sehati (1)

Pengertian tentang zakat fitrah menurut hadist diatas adalah ketentuan wajib bagi setiap muslim untuk membayar zakat; tidak memandang jenis kelamin dan usia. Perhitungan-nya, besar zakat fitrah yang dibayarkan adalah 1 sha’ makanan pokok.

Satu sha’ menurut mazhab MALIKI setara dengan empat mud dimana satu mud sama dengan sebanyak isi telapak tangan sedang jika mengisi keduanya lalu membentangkannya (Subulus Salam, hal. 111) atau sama dengan 675 Gram. Jadi satu Sha ‘sama dengan 2700 Gram (2,7 kg) (Wahbah al-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Beirut, Dar al-Fikr, tt, Juz II, hal. 910).

Begitu juga menurut mazhab SYAFI’I, satu sha’ sama dengan 693 1/3 dirham ((Al-Syarqawi, Op cit, Juz I, hal. 371. Lihat juga Al-Husaini, Kifayat al-Akhyar, Dar al-Fikr, Juz I, hal. 295; Wahbah Al-Zuhaili, Tafsir al-Munir, Dar al-Fikr, Juz II, hal. 141), setara dengan 4 mud (Lisaanul Arab 3/400) atau 2751 gram (2,75 kg) (Wahbah Al-Zuhaili, Al-Fiq al Islami Wa Adilatuhu, Dar al-Fikr, Juz II hal, 911). Takaran/ukuran ini sependapat dengan kalangan mazhab HAMBALI bahwa satu sha’ sama dengan 2751 gram (2,75 kg).

Imam HANAFI berpendapat berbeda, satu sha’ menurut madzhab ini adalah 8 rithl ukuran Irak. Satu rithl Irak sama dengan 130 dirham atau sama dengan 3800 gram (3,8 kg) (Al-Fiqh al-Islami wa adillatuhu karya Wahbah Zuhailli Juz II, hal. 909).

Bahkan, madzhab Hanafi memperbolehkan membayar zakat fitrah dengan harga atau uang yang senilai dengan bahan makanan pokok dibayarkan, sedangkan madzhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali tidak boleh. Ke-3 Imam tersebut hanya mewajibkan menunaikan zakat fitrah dengan makanan pokok seperti kurma dan gandum atau bahan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh penduduk suatu negeri contoh-nya beras untuk di Indonesia.

Sementara, MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) Jawatimur  menganjurkan agar umat Muslim yang niat membayar zakat fitrah yang penyalurannya dapat melalui amil zakat agar menggenapkan hitungannya menjadi 3 kg/orang (Lajnah Daimah, no. fatwa: 12572). Jadi, perhitungan-nya berubah dari 2,5 kg pada perhitungan selama ini. Harapannya, dengan cara penggenapan besaran zakat fitrah ini agar dapat menjadi jalan tengah atas perdebatan dan polemik yang selama ini berkembang berkaitan dengan jumlah besaran zakat fitrah.

Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal Junni Sehati (2)

Sebagian besar orang Islam di Indonesia mengaku bahwa dirinya ber-mazhab Syafi’i dan tentunya harus mengikuti ketentuan dari mazhab tersebut bukan? Adapun perbedaan pendapat tentang takaran atau perhitungan besaran zakat fitrah termasuk boleh-nya menggantinya dengan uang atau mengakalinya dengan membayar uang kemudian amil yang membelikannya beras, menunjukkan bahwa tidak semua ulama di Indonesia ber-mazhab Syafi’i. Oleh karena itu, demi kepentingan umat, kembalikanlah masalah ini kepada Al-Qur’an Allah dan Al-Hadist Muhammad sebagai ulil amri diantara kita, sebagaimana ayat di bawah ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Hai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul dan Ulil Amr di antara kalian. Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya”

(QS. An-Nisa [4]: 59).

download di sini sehati 1

DOWNLOAD PANDUAN ZAKAT

Penjelasan  dan cara Hitung Zakat  Zakat Maal

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (4)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (5)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (6)

ZAKAT MAAL

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (8)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (12)

Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal Junni Sehati (3)

Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal Junni Sehati (4)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (25)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (27)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (28)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (36)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (37)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (38)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (39)

 “Hanya 1/40 saja

atau 2,5 % untuk Bekal ke Akhirat

Zakat Infaq Sedekah Wakaf

LAZISWAF Peduli Sehati

LAZ PEDULISEHATI SK Menteri Hukum dan HAM RI

No : AHU-5285.AH.04 Tahun 2011

ZAKAT HARTA YANG TELAH TERSIMPAN 1 TAHUN
a. Uang Tunai, Tabungan, Deposito atau sejenisnya

Rp

b. Saham atau surat-surat berharga lainnya

Rp

c. Real Estate (tidak termasuk rumah tinggal yang dipakai sekarang)

Rp

d. Emas, Perak, Permata atau sejenisnya

Rp

e. Mobil (lebih dari keperluan pekerjaan anggota keluarga)

Rp

f. Jumlah Harta Simpanan (A+B+C+D+E)

Rp

g. Hutang Pribadi yg jatuh tempo dalam tahun ini

Rp

h. Harta simpanan kena zakat(F-G, jika &gt nisab)

Rp

I. JUMLAH ZAKAT ATAS SIMPANAN YANG WAJIB DIBAYARKAN PER TAHUN (2,5% x H)

Rp

ZAKAT PROFESI
j. Pendapatan / Gaji per Bulan (setelah dipotong pajak)

Rp

k. Bonus/pendapatan lain-lain selama setahun

Rp

l. Jumlah Pendapatan per Tahun

Rp

m. Rata-rata pengeluaran rutin per bulan (kebutuhan fisik, air, listrik, pendidikan, kesehatan, transportasi, dll)

Rp

n. Pengeluaran lainnya dalam satu tahun (pendidikan, kesehatan, dll)

Rp

o. Jumlah Pengeluaran per Tahun (12 x m + n)

Rp

p. Penghasilan kena zakat (L – O , jika &gt nisab)

Rp

Q. JUMLAH ZAKAT PROFESI YANG WAJIB DIBAYARKAN PER TAHUN (2,5% X P)

Rp

ZAKAT HARTA USAHA (PERDAGANGAN / BISNIS LAINNYA)
r. Nilai Kekayaan Perusahaan (termasuk uang tunai, simpanan di bank, real estate, alat produksi, inventori, barang jadi, dll)

Rp

s. Utang perusahaan jatuh tempo

Rp

t. Komposisi Kepemilikan (dalam persen)

%

u. Jumlah Bersih Harta Usaha (t% x [r-s])

Rp

v. Harta usaha kena zakat (u, jika &gt nisab)

Rp

W. JUMLAH ZAKAT ATAS HARTA USAHA YANG WAJIB DIBAYARKAN PER TAHUN (2,5% X v)

Rp

TOTAL ZAKAT YANG HARUS DIBAYARKAN (I+Q+V)

Rp

PERHITUNGAN NISAB
z. Harga Emas Murni Saat ini per Gram

Rp

Besarnya Nisab (z x 85 gram emas)

Rp

DOWNLOAD

Calculator Zakat

Peduli sehati

ok pilih sini yps

Penjelasan Menghitung Zakat

Rumus Cara Menghitung Zakat Maal/Harta, Fitrah & Profesi Serta Nisab

A. Perhitungan Zakat Fitrah ( 2,7 Kg sd 3 Kg )

 1 Sha’ adalah 4 Mud. sementara 1 Mud adalah 693 gram ((Al-Syarqawi, Op cit, Juz I, hal. 371. Lihat juga Al-Husaini, Kifayat al-Akhyar, Dar al-Fikr, Juz I, hal. 295; Wahbah Al-Zuhaili, Tafsir al-Munir, Dar al-Fikr, Juz II, hal. 141), 1 Sha’ setara dengan 4 mud (Lisaanul Arab 3/400)

jadi 4x 693gram  atau 2772 gram (2,77 kg) (Wahbah Al-Zuhaili, Al-Fiq al Islami Wa Adilatuhu, Dar al-Fikr, Juz II hal, 911). Takaran/ukuran ini mendekati  dengan kalangan mazhab HAMBALI bahwa satu sha’ sama dengan 2751 gram (2,75 kg)

jadi Zakat Fitrah Perorang =2,75kg  sd 3kg x harga beras di pasaran perkilo

Contoh : Harga beras atau makanan pokok lokal yang biasa kita makan dan layak konsumsi di pasar rata-rata harganya Rp. 10.000,- maka zakat fitra yang harus dibayar setiap orang mampu adalah sebesar Rp. 27.500 sd Rp 30.000,-

B. Rumus Perhitungan Zakat Profesi / Pekerjaan

Zakat Profesi = 2,5% x (Penghasilan Total – Pembayaran Hutang / Cicilan)

Menghitung Nisab Zakat Profesi = 520 x harga beras pasaran perkg

Contoh Perhitungan Dalam Zakat Profesi :

Jika Bang Sehat punya gaji 2 juta perbulan dan penghasilan tambahan dari kios jualan pulsa dan perdana sebesar 8 juta perbulan maka total penghasilan Bang Jarwo sebesar 10 juta tiap bulan. Bang Sehat membayar cicilan kredit apartemen tidak bersubsidi pemerintah sebesar 5 juta perbulan.

C. Menghitung Zakat Maal / Harta Kekayaan

Zakat Maal = 2,5% x Jumlah Harta Yang Tersimpan Selama 1 Tahun (tabungan dan investasi)

Menghitung Nisab Zakat Mal = 85 x harga emas pasaran per gram

Contoh Perhitungan Dalam Zakat Maal Harta:

Nyonya Sehati punya tabungan di Bank Peduli 100 juta rupiah, deposito sebesar 200 juta rupiah, rumah rumah kedua yang dikontrakkan senilai 500 juta rupiah dan emas perak senilai 200 juta. Total harta yakni 1 milyar rupiah. Semua harta sudah dimiliki sejak satu tahun yang lalu.

Jika harga 1 gram emas sebesar Rp.500.000,- maka batas nisab zakat maal adalah Rp. 42.500.000,-. Karena harta Nyonya Sehati lebih dari limit nisab, maka ia harus membayar zakat mall sebesar Rp. 1 milyar x 2,5% = 25 juta rupiah per tahun.

Harta yang wajib dibayarkan zakat mal / zakat harta :
Emas, perak, uang simpanan, hasil pertanian, binatang ternak, benda usaha (uang, barang dagangan, alat usaha yang menghasilkan) dan harta temuan.

Perhitungan untuk hasil pertanian, peternakan, dan harta temuan ada ketentuan yang berbeda dalam hal nisab maupun besaran zakatnya. Ada juga buku yang berpendapat nisab emas adalah 93,6 gram dan perak 672 gr. Untuk lebih mudah bisa kita konversi ke rupiah dulu.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang menimbun harta. Oleh karena itu hiduplah sederhana dan gunakan harta untuk diputar kembali dalam perekonomian secara halal. Jangan lupa perbanyak sedekah.

Harta benda beserta seluruh kenikmatan dunia diciptakan untuk kepentingan manusia, agar mereka bersyukur kepada Allâh Ta’ala dan rajin beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu tatkala Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, meninggalkan putranya, Nabi Ismail ‘alaihissalam di sekitar bangunan Ka’bah, beliau berdoa:

Qs. Ibrâhîm/14:37

Ya Rabb kami,
sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku
di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati.
Ya Rabb kami,
(yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat,
maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka
dan berilah mereka rizki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

(Qs. Ibrâhîm/14:37)

Inilah hikmah diturunkannya rizki kepada umat manusia, sehingga bila mereka tidak bersyukur, maka seluruh harta tersebut akan berubah menjadi petaka dan siksa baginya.

Qs. at-Taubah/9:34-35

…Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak
dan tidak menafkahkannya pada jalan Allâh,
maka beritahukanlah kepada mereka
(bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.
Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam,
lalu dahi, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya,
(lalu dikatakan) kepada mereka:
“Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri,
maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.

(Qs. at-Taubah/9:34-35)

Ibnu Katsir rahimahullâh berkata:

“Dinyatakan bahwa setiap orang yang mencintai sesuatu dan lebih mendahulukannya dibanding ketaatan kepada Allâh, niscaya ia akan disiksa dengannya. Dan dikarenakan orang-orang yang disebut pada ayat ini lebih suka untuk menimbun harta kekayaannya daripada mentaati keridhaan Allâh, maka mereka akan disiksa dengan harta kekayaannya. Sebagaimana halnya Abu Lahab, dengan dibantu oleh istrinya, ia tak henti-hentinya memusuhi Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam, maka kelak pada hari kiamat, istrinya akan berbalik ikut serta menyiksa dirinya. Di leher istri Abu Lahab akan terikatkan tali dari sabut, dengannya ia mengumpulkan kayu-kayu bakar di neraka, lalu ia menimpakannya kepada Abu Lahab. Dengan cara ini, siksa Abu Lahab semakin terasa pedih, karena dilakukan oleh orang yang semasa hidupnya di dunia paling ia cintai. Demikianlah halnya para penimbun harta kekayaan. Harta kekayaan yang sangat ia cintai, kelak pada hari kiamat menjadi hal yang paling menyedihkannya. Di neraka Jahannam, harta kekayaannya itu akan dipanaskan, lalu digunakan untuk membakar dahi, perut, dan punggung mereka”.

Ibnu Hajar al-Asqalâni rahimahullâh berkata:

“Dan hikmah dikembalikannya seluruh harta yang pernah ia miliki, padahal hak Allâh (zakat) yang wajib dikeluarkan hanyalah sebagiannya saja, ialah karena zakat yang harus dikeluarkan menyatu dengan seluruh harta dan tidak dapat dibedakan. Dan karena harta yang tidak dikeluarkan zakatnya adalah harta yang tidak suci”.

Singkat kata, zakat adalah persyaratan dari Allâh Ta’ala kepada orang-orang yang menerima karunia berupa harta kekayaan agar harta kekayaan tersebut menjadi halal baginya.

Hadits-hadits di atas adalah sebagian dalil tentang penentuan nishab zakat emas dan perak, dan darinya, kita dapat menyimpulkan beberapa hal:

1.

Nishab adalah batas minimal dari harta zakat. Bila seseorang telah memiliki harta sebesar itu, maka ia wajib untuk mengeluarkan zakat. Dengan demikian, batasan nishab hanya diperlukan oleh orang yang hartanya sedikit, untuk mengetahui apakah dirinya telah berkewajiban membayar zakat atau belum. Adapun orang yang memiliki emas dan perak dalam jumlah besar, maka ia tidak lagi perlu untuk mengetahui batasan nishab, karena sudah dapat dipastikan bahwa ia telah berkewajiban membayar zakat. Oleh karena itu, pada hadits riwayat Ali radhiyallâhu’anhu di atas, Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam menyatakan: “Dan setiap kelebihan dari (nishab) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu”.

2.

Nishab emas, adalah 20 (dua puluh) dinar, atau seberat 91 3/7 gram emas.[3]

3.

Nishab perak, yaitu sebanyak 5 (lima) ‘uqiyah, atau seberat 595 gram.[4]

4.

Kadar zakat yang harus dikeluarkan dari emas dan perak bila telah mencapai nishab adalah atau 2,5%.

5.

Perlu diingat, bahwa yang dijadikan batasan nishab emas dan perak tersebut, ialah emas dan perak murni (24 karat).[5] Dengan demikian, bila seseorang memiliki emas yang tidak murni, misalnya emas 18 karat, maka nishabnya harus disesuaikan dengan nishab emas yang murni (24 karat), yaitu dengan cara membandingkan harga jualnya, atau dengan bertanya kepada toko emas, atau ahli emas, tentang kadar emas yang ia miliki. Bila kadar emas yang ia miliki telah mencapai nishab, maka ia wajib membayar zakatnya, dan bila belum, maka ia belum berkewajiban untuk membayar zakat.

Orang yang hendak membayar zakat emas atau perak yang ia miliki, dibolehkan untuk memilih satu dari dua cara berikut.

Cara pertama, membeli emas atau perak sebesar zakat yang harus ia bayarkan, lalu memberikannya langsung kepada yang berhak menerimanya.

Cara kedua, ia membayarnya dengan uang kertas yang berlaku di negerinya sejumlah harga zakat (emas atau perak) yang harus ia bayarkan pada saat itu.

Sebagai contoh, bila seseorang memiliki emas seberat 100 gram dan telah berlalu satu haul, maka ia boleh mengeluarkan zakatnya dalam bentuk perhiasan emas seberat 2,5 gram. Sebagaimana ia juga dibenarkan untuk mengeluarkan uang seharga emas 2,5 gram tersebut. Bila harga emas di pasaran Rp. 200.000, maka, ia berkewajiban untuk membayarkan uang sejumlah Rp. 500.000,- kepada yang berhak menerima zakat.

Syaikh Muhammad bin Shâlih al-’Utsaimin rahimahullâh berkata:

“Aku berpendapat, bahwa tidak mengapa bagi seseorang membayarkan zakat emas dan perak dalam bentuk uang seharga zakatnya. Ia tidak harus mengeluarkannya dalam bentuk emas. Yang demikian itu, lebih bermanfaat bagi para penerima zakat. Biasanya, orang fakir, bila engkau beri pilihan antara menerima dalam bentuk kalung emas atau menerimanya dalam bentuk uang, mereka lebih memilih uang, karena itu lebih berguna baginya.”[6]

Catatan Penting Pertama.

Perlu diingat, bahwa harga emas dan perak di pasaran setiap saat mengalami perubahan, sehingga bisa saja ketika membeli, tiap 1 gram seharga Rp 100.000,- dan ketika berlalu satu tahun, harga emas telah berubah menjadi Rp. 200.000,- Atau sebaliknya, pada saat beli, 1 gram emas harganya sebesar Rp. 200.000,- sedangkan ketika jatuh tempo bayar zakat, harganya turun menjadi Rp. 100.000,-

Pada kejadian semacam ini, yang menjadi pedoman dalam pembayaran zakat adalah harga pada saat membayar zakat, bukan harga pada saat membeli.

NISHAB ZAKAT UANG KERTAS

Pada zaman dahulu, umat manusia menggunakan berbagai cara untuk bertransaksi dan bertukar barang, agar dapat memenuhi kebutuhannya. Pada awalnya, kebanyakan menggunakan cara barter, yaitu tukar-menukar barang. Akan tetapi, tatkala manusia menyadari bahwa cara ini kurang praktis – terlebih bila membutuhkan dalam jumlah besar maka manusia berupaya mencari alternatif lain. Hingga akhirnya, manusia mendapatkan bahwa emas dan perak sebagai barang berharga yang dapat dijadikan sebagai alat transaksi antar manusia, dan sebagai alat untuk mengukur nilai suatu barang.

Dalam perjalanannya, manusia kembali merasakan adanya berbagai kendala dengan uang emas dan perak, sehingga kembali berpikir untuk mencari barang lain yang dapat menggantikan peranan uang emas dan perak itu. Hingga pada akhirnya ditemukanlah uang kertas. Dari sini, mulailah uang kertas tersebut digunakan sebagai alat transaksi dan pengukur nilai barang, menggantikan uang dinar dan dirham.

Berdasarkan hal ini, maka para ulama menyatakan bahwa uang kertas yang diberlakukan oleh suatu negara memiliki peranan dan hukum, seperti halnya yang dimiliki uang dinar dan dirham. Dengan demikian, berlakulah padanya hukum-hukum riba dan zakat.

Bila demikian halnya, maka bila seseorang memiliki uang kertas yang mencapai harga nishab emas atau perak, ia wajib mengeluarkan zakatnya, yaitu 2,5% dari total uang yang ia miliki. Dan untuk lebih jelasnya, maka saya akan mencoba mejelaskan hal ini dengan contoh berikut.

Misalnya satu gram emas 24 karat di pasaran dijual seharga Rp.200.000,- sedangkan 1 gram perak murni dijual seharga Rp. 25.000,- Dengan demikian, nishab zakat emas adalah 91 3/7 x Rp. 200.000 = Rp. 18.285.715,- sedangkan nishab perak adalah 595 x Rp 25.000 = Rp. 14.875.000,-.

Apabila pak Ahmad (misalnya), pada tanggal 1 Jumadits-Tsani 1428 H memiliki uang sebesar Rp. 50.000.000,- lalu uang tersebut ia tabung dan selama satu tahun (sekarang tahun 1429H) uang tersebut tidak pernah berkurang dari batas minimal nishab di atas, maka pada saat ini pak Ahmad telah berkewajiban membayar zakat malnya. Total zakat mal yang harus ia bayarkan ialah:

Rp. 50.000.000 x 2,5 % = Rp 1.250.000,-
(atau Rp. 50.000.000 dibagi 40)

Pada kasus pak Ahmad di atas, batasan nishab emas ataupun perak, sama sekali tidak diperhatikan, karena uang beliau jelas-jelas melebihi nishab keduanya. Akan tetapi, bila uang pak Ahmad berjumlah Rp. 16.000.000,- maka pada saat inilah kita mempertimbangkan batas nishab emas dan perak. Pada kasus kedua ini, uang pak Ahmad telah mencapai nishab perak, yaitu Rp. 14.875.000,- akan tetapi belum mencapai nishab emas yaitu Rp 18.285.715.

Pada kasus semacam ini, para ulama menyatakan bahwa pak Ahmad wajib menggunakan nishab perak, dan tidak boleh menggunakan nishab emas (karena jika menggunakan nisab emas maka tidak bayar zakat). Dengan demikian, pak Ahmad berkewajiban membayar zakat mal sebesar :

Rp. 16.000.000 x 2,5 % = Rp. 400.000,-
(atau Rp. 16.000.000,- dibagi 40)

Komisi Tetap Untuk Fatwa Kerajaan Saudi Arabia dibawah kepemimpinan Syaikh ‘Abdul-’Aziz bin Bâz rahimahullâh pada keputusannya no. 1881 menyatakan:

“Bila uang kertas yang dimiliki seseorang telah mencapai batas nishab salah satu dari keduanya (emas atau perak), dan belum mencapai batas nishab yang lainnya, maka penghitungan zakatnya wajib didasarkan kepada nishab yang telah dicapai tersebut”.[9]

Catatan Penting Kedua.

Dari pemaparan singkat tentang nishab zakat uang di atas, maka dapat disimpulkan bahwa nishab dan berbagai ketentuan tentang zakat uang adalah mengikuti nishab dan ketentuan salah satu dari emas atau perak. Oleh karena itu, para ulama menyatakan bahwa nishab emas atau nishab perak dapat disempurnakan dengan uang atau sebaliknya.[10]

Berdasarkan pemaparan di atas, bila seseorang memiliki emas seberat 50 gram seharga Rp. 10.000.000, (dengan asumsi harga 1 gram emas adalah Rp. 200.000,-) dan ia juga memiliki uang tunai sebesar Rp. 13.000.000, maka ia berkewajiban membayar zakat 2,5 %. Dalam hal ini walaupun masing-masing dari emas dan uang tunai yang ia miliki belum mencapai nishab, akan tetapi ketika keduanya digabungkan, jumlahnya (Rp. 23.000.000,-) mencapai nishab.

Zakat berarti “tumbuh”, “berkembang”, “menyucikan”, atau “membersihkan”. Sedangkan secara terminologi syari’ah, zakat merujuk pada aktivitas memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk orang-orang tertentu sebagaimana ditentukan.

Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat – syarat yang telah ditentukan oleh agama, dan disalurkan kepada orang–orang yang telah ditentukan pula, yaitu delapan golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 :

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk  budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana .”

Zakat dalam bahasa Arab mempunyai beberapa makna :

Pertama, zakat bermakna At-Thohuru, yang artinya membersihkan atau mensucikan. Makna ini menegaskan bahwa  orang yang selalu menunaikan zakat karena Allah dan bukan karena ingin dipuji manusia, Allah akan membersihkan dan mensucikan baik hartanya maupun jiwanya. Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 103:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan  dan mensucikan  mereka  dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu  ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kedua, zakat bermakna Al-Barakatu, yang artinya berkah. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu membayar zakat, hartanya akan selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT, kemudian keberkahan harta ini akan berdampak kepada keberkahan hidup. Keberkahan ini lahir karena harta yang kita gunakan adalah harta yang suci dan bersih, sebab harta kita telah dibersihkan dari kotoran dengan menunaikan zakat yang hakekatnya zakat itu sendiri berfungsi  untuk membersihkan dan mensucikan harta.

Ketiga, zakat bermakna An-Numuw, yang artinya tumbuh dan berkembang. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya (dengan izin Allah) akan selalu terus tumbuh dan berkembang. Hal ini disebabkan oleh kesucian dan keberkahan harta yang telah ditunaikan kewajiban zakatnya. Tentu kita tidak pernah mendengar orang yang selalu menunaikan zakat dengan ikhlas karena Allah, kemudian banyak mengalami masalah dalam harta dan usahanya, baik itu kebangkrutan, kehancuran, kerugian usaha, dan lain sebagainya. Tentu kita tidak pernah mendengar hal seperti itu, yang ada bahkan sebaliknya.

Selama beraktivitas di Lembaga Amil Zakat, sampai saat ini penulis belum menemukan orang –orang yang rutin menunaikan zakat kemudian berhenti dari menunaikan zakat disebabkan usahanya bangkrut atau ekonominya bermasalah, bahkan yang ada adalah orang–orang yang selalu menunaikan zakat, jumlah nominal zakat yang dikeluarkannya dari waktu ke waktu semakin bertambah besar, itulah bukti bahwa zakat sebenarnya tidak mengurangi harta kita, bahkan sebaliknya. Memang secara logika manusia, dengan membayar zakat maka harta kita akan berkurang, misalnya jika kita mempunyai penghasilan Rp. 2.000.000,- maka zakat yang kita keluarkan adalah 2,5 % dari Rp. 2.000.000,- yaitu Rp 50.000,-. Jika kita melihat menurut logika manusia, harta yang pada mulanya berjumlah Rp.2.000.000,- kemudian dikeluarkan Rp. 50.000,- maka harta kita menjadi Rp. 1.950.000,-  yang berarti jumlah harta kita berkurang. Tapi, menurut ilmu Allah yang Maha Pemberi rizki, zakat yang kita keluarkan tidak mengurangi harta kita, bahkan menambah harta kita dengan berlipat ganda.  Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 39 :

“Dan sesuatu riba  yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka  itulah orang-orang yang melipat gandakan .”

Dalam ayat ini Allah berfirman tentang zakat yang sebelumnya didahului dengan firman tentang riba. Dengan ayat ini Allah Maha Pemberi Rizki menegaskan bahwa riba tidak akan pernah melipat gandakan harta manusia, yang sebenarnya dapat melipat gandakannya adalah dengan menunaikan zakat.

Keempat, zakat bermakna As-Sholahu, yang artinya beres atau keberesan, yaitu bahwa orang orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya akan selalu beres dan jauh dari masalah. Orang yang dalam hartanya selalu ditimpa musibah atau  masalah, misalnya kebangkrutan, kecurian, kerampokan, hilang, dan lain sebagainya boleh jadi karena mereka selalu melalaikan zakat yang merupakan kewajiban mereka dan hak fakir miskin beserta golongan lainnya yang telah Allah sebutkan dalam Al – Qur’an.

Animasi Pedulisehati Kecil

Jadilah ‪#‎DonaturTetap

Dari ’Aisyah RA,
Rasulullah SAW bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala
adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”
’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.

An Nawawi: ”Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun rutin dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja”

Jadilah ‪#‎DonaturTetap

bisa dari

1. Ke ATM Rutin
2. DI Auto Debet dari rek, di Daftarkan dari CS Bank masing masing
3. Di Auto Debet di Bendahara Kantor Masing masing

‪#‎SEGERALAH‬,
selagi masih ada kesempatan,
Siapatahu ini kesempatan terakhir bagi Kita

Animasi Pedulisehati Panjang

KIRIM,TRANSFER 

Klik Di bawah ini

pedulisehati 2013 dot com

 

At Tadzkirah : Bekal Menghadapi Kehidupan Abadi

At Tadzkirah : Bekal Menghadapi Kehidupan Abadi
Kajian Pengingat Bagi Keluarga Sehati
Oleh Pembina Yayasan Sehati :
KH DR. Tulus Musthofa,Lc,MA

Yuk Ikuti LIVE FB

Via  Youtube

Berikut Sebagian Isi Kajian 

e6c2a831-113a-4e1e-babd-46c0e054c28b

Kitab Mau PDFnya GRATIS  Bisa di Download di SINI
https://bit.ly/kitabtadzkirah  

 

Sahabat Sehati, Keluarga dan Donatur Sehati Mari kita Siapkan Bekal Ke Akhirat
Siapkan diri dan Keluarga

Siapkan Bekal Ke Akhirat Pedulisehati.com Siapkan diri dan Keluarga (1)
Siapkan Bekal Ke Akhirat Pedulisehati.com Siapkan diri dan Keluarga (2)

 

Syiir Ayo Sholat Mumpung Durung di Sholati
by RQS Santri Rumah Qur’an Sehati

 

Syiir  anak yatim, Menyentuh Hati

Animasi Pedulisehati Kecil

 Animasi Pedulisehati Panjang

Cek diri, Jaga dan Lindungi Keluarga dari Resiko Terkait COVID 19

Cek diri, Jaga dan Lindungi Keluarga dari Resiko Terkait COVID 19

( di Sarikan dari beberapa Sumber )

I. Cek diri dari Resiko Terkait COVID 19

 Isilah
Jaga Diri dan Keluarga
Share ke Keluarga ,Teman serta Sahabat

Cek diri dan Keluarga Penilaian Resiko Terkait COVID 19 pedulisehati

download di sini sehati 1

Klik dan SAVE AS (SIMPAN) untuk Download PENILAIAN DIRI

 

II. TIPS JAGA DIRI DAN LINDUNGI KELUARGA

 

4Cek diri dan keluarga PeduliSehati Doa kepada Allah SWT (2)  4Cek diri dan keluarga PeduliSehati Doa kepada Allah SWT

PROTOKOL KEDATANGAN TIBA DI RUMAH DARI BEPERGIAN:

1. Buka sepatu di pintu, sebelum memasuki rumah.

2. Tuangkan/semprotkan atau di Lap dengan  alkohol atau  disinfektan pada sepatu tersebut, lalu pada pakaian, ponsel, kacamata, kunci, ballpen, perangkat kerja, komputer, laptop, dll.

3. Buang semua tanda terima pembelian, kuitansi, bon² atau kertas² yang bisa dibuang.

4. Masuk rumah bertelanjang kaki langsung cuci tangan bersih² dengan sabun.

5. Masuk ke kamar buka pakaian dan langsung tempatkan
pakaian kotor di keranjang untuk siap dibawa ke mesin cuci.

6. Jangan menyentuh apa pun.

7. Jangan lantas duduk di kursi atau tempat tidur, leha².

8. Langsung segera Cuci Tangan, mandi dengan Sabun , gosok gigi, dll.

Pastikan Bersih dan Steril Sesudahnya barulah kita menyapa keluarga.

Ini tidak berlebihan, semua punya kewajiban yang sama tidak terkecuali. Semua harus peduli agar kita, keluarga, orang lain, tenaga kesehatan yang di garda depan selamat

 

1 Cuci Tangan Cek diri dan Keluarga Penilaian Resiko Terkait COVID 19 pedulisehati

Cek diri dan Keluarga Penilaian Resiko Terkait COVID 19 pedulisehati (2)

III. N O W (Nang Omah Wae atau 

DRS  Di Rumah Saja, Stay At Home) 

Cek diri dan Keluarga Penilaian Resiko Terkait COVID 19 pedulisehati (1)

 

 

IV. SALING MENDO’AKAN

Slide1

Tips PeduliSehati Doa kepada Allah SWT dan Ikhtiar Supaya keluarga terhindar dari Virus Corona COVID19

Bila Belum Hapal Klik Video Berikut

 

 

V. PEDOMAN  JIKA ADA GEJALA 

skema-protokol-pemeriksaan-corona-kemenkes

Cek dan Mawas Diri Alur Covid 19 Peduli Sehati jpg (2)

Kenali dan Pahami Gejala Sakit karena Virus Covid 19 CORONA (BBC News)

Cek diri jaga Keluarga dari Resiko Terkait COVID 19 pedulisehati (3)Cek diri jaga Keluarga dari Resiko Terkait COVID 19 pedulisehati (4)Cek diri jaga Keluarga dari Resiko Terkait COVID 19 pedulisehati (1)Cek diri jaga Keluarga dari Resiko Terkait COVID 19 pedulisehati (5)Cek diri jaga Keluarga dari Resiko Terkait COVID 19 pedulisehati (6)Cek diri jaga Keluarga dari Resiko Terkait COVID 19 pedulisehati (2)

VI. TIPS SEHATI PERLINDUNGAN KESEHATAN KELUARGA

4Cek diri dan keluarga PeduliSehati Doa kepada Allah SWT JPG (1)

 

Mari Jaga Imunitas Diri dari CORONA

Let’s Protect Yourself Immunity from CORONA

PEDULISEHATI : Doa & Ikhtiar dari Virus Corona COVID19

PEDULISEHATI : Doa & Ikhtiar dari Virus Corona COVID19

Update Data , Peta Angka Coronavirus Terbaru

Do’a keluarga terhindar dari Virus Corona COVID19

Tips PeduliSehati Doa kepada Allah SWT dan Ikhtiar Supaya keluarga terhindar dari Virus Corona COVID19

Bila Belum Hapal Klik Video Berikut

 

Slide1

Aminkan  Do’a Santri Santri

 

Doa & Ikhtiar keluarga terhindar dari Virus Corona COVID19 6

 

Doa & Ikhtiar keluarga terhindar dari Virus Corona COVID19 (5)

Doa kepada Allah SWTSupaya keluarga terhindar dari Virus Corona COVID19

 

IKHTIAR

 

Doa & Ikhtiar keluarga terhindar dari Virus Corona COVID19 (1)

Isolasi ika ada Wabah

Doa & Ikhtiar keluarga terhindar dari Virus Corona COVID19 (2)

Tidak berdampingan dengan Penderita

Doa & Ikhtiar keluarga terhindar dari Virus Corona COVID19 (6)

“Dan apabila aku sakit Dialah Yang menyembuhkan aku.” (QS. asy-Syu’ara/80).

 

Doa & Ikhtiar keluarga terhindar dari Virus Corona COVID19 7

IKhtiar Menghadapi Corona

Peduli Pahlawan Kesehatan

1 PeduliSehati Doa kepada Allah SWT dan Ikhtiar Supaya keluarga terhindar dari Virus Corona COVID19

 

Donasi yatim pedulisehati sedekah infaq zakat untuk dhuafa pembangunan pesantren (37)

JANGAN MENUNDA BERSEDEKAH

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”

(QS: Al MUNAFIQUN,Ayat 10 )

Donasi yatim pedulisehati sedekah infaq zakat untuk dhuafa pembangunan pesantren (8)

Donasi yatim pedulisehati sedekah infaq zakat untuk dhuafa pembangunan pesantren (66)

 

Donasi yatim pedulisehati sedekah infaq zakat untuk dhuafa pembangunan pesantren (4)

 

Donasi yatim pedulisehati sedekah infaq zakat untuk dhuafa pembangunan pesantren (40)

Siapkan Bekal Ke Akhirat Pedulisehati.com Siapkan diri dan Keluarga (2)Animasi Pedulisehati KecilAnimasi Pedulisehati Panjang

 

BACA ALQURAN AGAR HATI TIDAK KOSONG

BACA ALQURAN AGAR HATI TIDAK KOSONG

Dari Abdullah bin Abbas r.a. berkata, Rasulullah saw bersabda: “Seseorang yang tidak ada sedikit pun al Quran di dalam hatinya adalah seperti rumah kosong (Hr. Tirmidzi).

85b79bc5-e037-4a6b-b2e2-3a8a8908574f

Seperti hal nya rumah yang kosong tidak dibersihkan dalam waktu yang lama akan menjadi tempatnya syetan. Begitu juga dengan hati. Jika tidak ada alquran akan dikuasain oleh syetan. Abu Hurairah r.a berkata: “Rumah yang di dalamnya dibacakan alquran akan dipenuhi kebaikan dan keberkahan. Sedangkan rumah yang tidak dibacakan alquran maka keberkahan akan hilang, malaikat meninggalkan rumah itu , sebagai gantinya syetan akan datang.

Tentu saja kita mendambakan rumah yang didalamnya diberkahi dan penuh kebaikan dari alquran

20190701_165726

 

 

20190704_161602

YAYASAN PEDULI SEHATI

menerima zakat, infaq dan Sedekah dan akan kami salurkan untuk program:
#Pengembangan Pondok Pesantren
#Pengembangan Rumah Qur’an
#Santunan pangan dan gizi
#Peduli orang sakit
#Bantuan tas sekolah
#Bantuan alat tulis
#Bantuan seragam
#Santunan uang sekolah

RQS Rumah Qur'an Sehati pedulisehati Sanggrahan MAguwoharjo Depok Sleman DIY Junni Mima Inas JAntung Hilmy (2)

Donasi ke Rekening Semua atasnama lembaga ( Bukan Pribadi )
an.YAYASAN PEDULI SEHATI
-BCA : 456-497-1393
-MANDIRI: 137-000-7922-129
-BRI : 111-101-001-574-539
-BSM : 701-7766-028
-BMI : 531-003-4476
-BNI Syariah: 022-161-4997
-BTN Syariah: 722-3000-899
-BRI Syariah: 1000-127-597
-GIRO POS Online No. Rek: 550-0030-825

Info dan Hotline WA 08572-9000-655
KLIK http://www.pedulisehati.com

Donasi yatim pedulisehati sedekah infaq zakat untuk dhuafa pembangunan pesantren (78)

Donasi yatim pedulisehati sedekah infaq zakat untuk dhuafa pembangunan pesantren (45)

Peduli Santunan 102 anak Yatim Usia TK dan SD

Peduli Santunan 102 anak Yatim Usia TK dan SD

عَنْ سَهْلٍ بْنِ سَعْدٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
” أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا ،
وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu anhu dia berkata:
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Aku dan orang yang mengurus (menanggung) anak yatim
(kedudukannya) di dalam surga seperti ini.”
Beliau mengisyaratkan dengan (kedua jarinya yaitu) telunjuk dan jari tengah serta agak merenggangkan keduanya.”
(HR. Imam Al-Bukhari).

Peduli Santunan 102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (1)

peduliyatim pedulisehati (1)

Peduli Santunan 102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (2)

peduliyatim pedulisehati (7)

peduliyatim pedulisehati (8)

Peduli Santunan 102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (3)

Peduli Santunan 102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (4)

Peduli Santunan  102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (5).JPG

Peduli Santunan  102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (6).JPG

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻠًﺎ ﺷَﻜَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺴْﻮَﺓَ ﻗَﻠْﺒِﻪِ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ:

ﺇِﻥْ ﺃَﺭَﺩْﺕَ ﺗَﻠْﻴِﻴْﻦَ ﻗَﻠْﺒِﻚَ ﻓَﺄَﻃْﻌِﻢِ ﺍﻟْﻤِﺴْﻜِﻴْﻦَ ﻭَﺍﻣْﺴَﺢْ ﺭَﺃْﺱَ ﺍﻟْﻴَﺘِﻴْﻢِ

Dari Abu Hurairah, bahwasanya ada seseorang yang mengeluhkan kerasnya hati kepada Rasulullah saw, lalu beliau berkata kepadanya: “Jika engkau ingin melembutkan hatimu, maka berilah makan kepada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.”
(HR. Ahmad)

Peduli Santunan  102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (7).JPG

Peduli Santunan 102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (8)

Peduli Santunan 102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (9)

Peduli Santunan  102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (10).JPG

Peduli Santunan  102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (11).JPG

#pengusapanyatim
#santunanyatim
#peduliyatim
#pedulisehati
#donaturyatim
WA 08572-9000-655
http://www.pedulisehati.com

Peduli Santunan  102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (12).JPG

Peduli Santunan  102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (13).JPG

Peduli Santunan  102 anak Yatim Usia TK dan SD pedulisehati (14).JPG

peduliyatim pedulisehati (11).JPG

peduliyatim pedulisehati (10).JPG

peduliyatim pedulisehati (9).JPG

peduliyatim pedulisehati (5).JPG

peduliyatim pedulisehati (6).JPG

peduliyatim pedulisehati (4).JPG

peduliyatim pedulisehati (2)

Saat Tepat Peduli Santunan Yatim

Saat Tepat Peduli Santunan Yatim

Mari Jadilah Keluarga Peduli Sehati Peduli Yatim (1)

Peduli Yatim Santunan Yatim

JANGAN MENUNDA BERSEDEKAH

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”

(QS: Al MUNAFIQUN,Ayat 10 )

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-9

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-2

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-16

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-3

Jadilah Keluarga Peduli Sehati Peduli Yatim

Hikmah Hadist :

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ كَهَاتَيْنِ فِى الْجَنَّةِ

وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى , وَفَرَّقَ بَيْنَهُمَا قَلِيلاً

Saya dan orang yang menanggung hidup anak yatim sepertidua jari ini ketika di surga.” Beliau berisyarat dengan jaritelunjuk dan jari tengahdan beliau memisahkannya sedikit.”
(HR. Bukhari no. 5304)

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-4

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-17

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-8

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-7

Peduli Yatim Santunan Yatim 1.jpg

Dari Abu Hurairah r.a:
“Ada seorang lelaki datang kepada Nabi s.a.w.
lalu berkata: “Ya Rasulullah, sedekah manakah yang teragung pahalanya?”

Rasulullah s.a.w. bersabda:
“jikalau engkau bersedekah, sedangkan engkau itu masih sehat,
dan sebenarnya engkau merasa sayang mengeluarkan sedekah itu,
karena takut menjadi fakir dan engkau amat mengharap-harapkan untuk menjadi kaya. Tetapi janganlah engkau menunda-nunda,
sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkong lalu berkata:
“Untuk si Fulan itu, yang ini dan untuk si Fulan ini, yang itu,
sedangkan orang yang engkau maksudkan itu
telah memiliki apa yang hendak kau berikan.”
(Muttafaq ‘alaih)

Animasi Pedulisehati Kecil

Jadilah ‪#‎Donatur Tetap Ratusan Anak Yatim

Dari ’Aisyah RA,
Rasulullah SAW bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala
adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”
’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.

An Nawawi: ”Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun rutin dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja”

Jadilah ‪#‎DonaturTetap , bisa dari
1. Ke ATM Rutin
2. DI Auto Debet dari rek, di Daftarkan dari CS Bank masing masing
3. Di Auto Debet di Bendahara Kantor Masing masing

‪#‎SEGERALAH‬,
selagi masih ada kesempatan,
Siapatahu ini kesempatan terakhir bagi Kita

Animasi Pedulisehati Panjang

Peduli Yatim Santunan Yatim 1.jpg

pedulisehati 2013 dot com

Mohon SMS Konfirmasi ke Hotline Layanan Peduli Sehati :

08572-9000-655

1. Nama dan Alamat ( dengan tidak mengurang Keikhlasan , dan untuk Memudahkan kami membuat laporan dan Mendoakan dengan menyebutkan nama)

2. Jenis Donasi ( Zakat, Infaq,  Wakaf, Kemanusiaan ) untuk Pemisahan dan amanah peruntukannya

SEDEKAH tidak perlu menunggu harta cukup nishab

atau menunggu banyak harta.

Dianjurkan  untuk senantiasa bersedekah dalam kondisi apapun. Sebagaimana Firman Allah Swt yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan/menyedekahkan (hartanya), baik di waktu lapang (banyak rizki) maupun sempit (tidak banyak rizki), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Al-Imron (3): 134)

Sahabat Ali bin Abi Thalib dalam sebuah riwayat ketika memiliki empat dirham. Ia menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. (QS. Al-Baqarah (2): 261)

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (kesuksesan).” (QS. Al-Lail (92): 5-7)

Pengelolaan Lembaga yang Amanah dan Profesional, Peduli Sehati mendapatkan Kunjungan Visitasi dari Kementrian Agama

Pengelolaan Lembaga yang Amanah dan Profesional, Peduli Sehati mendapatkan Kunjungan Visitasi dari Kementrian Agama

Peduli Sehati mendapatkan Kunjungan Visitasi dari Kementrian Agama

Peduli Sehati mendapatkan Kunjungan Visitasi dari Kementrian Agama

 Pengelolaan Zakat Infaq Sedekah harus dapat di Percaya dan Profesional.
Yayasan Peduli Sehati mendapat Kunjungan Visitasi dari Kemetrian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta
Kamis, 15 Agustus 2019 di Graha Sehati Yogyakarta
Hadir dari Kemenag Bapak Albary , Bapak Sangaji dan Team.

Peduli Sehati mendapatkan Kunjungan Visitasi dari Kementrian Agama 2

3Peduli Sehati mendapatkan Kunjungan Visitasi dari Kementrian Agama

Dari Visitasi Penilaian Kemenag : Administrasi keuangan sudah bagus tertata, Data Mustahik serta Laporan keuangan siap untuk di Audit

Peduli Sehati mendapatkan Kunjungan Visitasi dari Kementrian Agama

Peduli Sehati mendapatkan Kunjungan Visitasi dari Kementrian Agama

Peduli Sehati mendapatkan Kunjungan Visitasi dari Kementrian Agama

Peduli Sehati mendapatkan Kunjungan Visitasi dari Kementrian Agama

Pembinaan dalam aspek Kelembagaan Yayasan Pedulisehati siap mengembangkan diri untuk Pesantren , Panti Yatim , Rumah Qur’an serta Lembaga Amil Zakat Peduli Sehati.
Sejarah Amal di Yayasan Sehati diawali oleh para pe diri yang Pernah Mengalami Penyakit Berat, Koma tapi belum titik ( Menjadi LOGO Sehati) dan Masih Di Beri kesempatan untuk Hidup.

Amal Peduli  membantu saudara Yang Sakit, Diffabel , anak yatim dan pengajaran Al Qur’an . Di Bantu Para Relawan Yang Tergabung dalam Komunitas Sehati adalah Orang orang yang beramal dengan latar belakang Pernah Mengalami Penyakit Berat
Semoga Amanah para Pendiri dan Donatur berkah
Ajrakallah

Peduli pembangunan RQS dan pesantren pedulisehati

Tips Mudah Haji Umroh serta Qurban

Tips Mudah Haji Umroh serta Qurban
MOTIVASI Haji Umroh serta Qurban

Slide1

Slide4

Slide3

”Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang manfaat,
rizki yang baik dan amal yang diterima.”
(HR. Ibnu As-Sunni dan Ibnu Majah)

Mantapkan NIAT 

Berniat kuat (ber-azzam) untuk melaksanakan haji. Azzam berarti kebulatan tekad, Sehati dalam Langkah
Diskusikan dengan seluruh anggota keluarga
Pelajari cara-cara melakukan ibadah haji (manasik haji). Pengetahuan yang benar akan memperkuat niat dan keinginan kita untuk segera melaksanakannya.
Perbanyak berdoa dan panjatkanlah secara rutin setiap saat, misalkan setiap selesai sholat fardhu maupun sunnah.
Jangan lupa doakan selalu orang tua kita. Ingatlah bahwa anak yang sholeh sangat dicintai Allah sehingga insya Allah akan dimudahkan-Nya dalam mencapai segala keinginan kita.
Selalu berbaik sangka-lah (ber-husnudzon) kepada Allah SWT. Jangan mudah putus asa. Jalanilah kehidupan dengan sabar dan yakinlah bahwa Allah SWT akan selalu memberikan pertolongan

Slide2.JPGMulailah menabung sekarang juga, berapapun juga! Buktikan pada Allah SWT bahwa kita bersungguh-sungguh ingin menjalankan perintahnya. Insya Allah, Allah SWT akan menolong kita dari arah yang tak terduga.
Perbanyaklah beramal. Jangan hanya menabung di bank syariah, tapi ‘tabunglah’ amal kita kepada anak-anak yatim, fakir miskin.
Semoga kita dimudahkan-Nya untuk melaksanakan ibadah haji
Amin yaa rabbal ‘alamiin.

doa ibuWahai Allah, limpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kita Nabi Muhammad keluarga dan sahabat beliau. Yang dengan rahmat dan keselamatan itu dapat menyampaikan kita untuk berangkat haji ke bait-Mu di Tanah Haram (Mekkah) dan dengan rahmat dan salam Engkau memberi rizki kami untuk menziarahi makam Nabi-Mu Muhammad yang kepada beliau telimpah seutama-utama rahmat dan sebaik-baik salam di dalam kelemah lembutan, kesejahtraan, berkah dan istiqomah serta tercapainya cita-cita sebanyak makhluq-Mu dan keridhoan Zat-Mu dan juga seberat ‘Arsy-Mu serta sebanyak tinta untuk menulis kalam-Mu

CINTA TIDAK HANYA SEKEDAR KATA

PERLU BUKTI

buah hati

Mari kita Buktikan,
Dengan Haji,
Dengan Qurban,
Dengan Sedekah,

Hikmah Haji dan Qurban

  

Sebagaimana Al Qur’an

Surat Al Baqarah Ayat 177

Mari Buktikan CINTA, Keimanan, dengan Menafkahkan Maal/Harta yang Di miliki, Kepada Qurba, Yatama, Masakin… Semoga Kita Bisa Meningkatkan Ketaqwaan Kita kepada ALLAH

Cinta Perlu  Bukti

tidak hanya dengan Kata

MARI BELAJAR DARI NABI IBRAHIM

Mari Kita Luruskan Aqidah,

Mari Kita Teguhkan Iman dalam Jiwa Kita

Mari Kita Tingkatkan KetaQwaan Kita

di Moment Haji dan Qurban

Sebuah Renungan dari Nasyid  Snada,

Belajar Dari Ibrahim

Sering kita merasa taqwa
Tanpa sadar terjebak rasa
Dengan sengaja mencuri-curi
Diam-diam ingkar hati

Pada Allah mengaku cinta
Walau pada kenyataannya
Pada harta, pada dunia
Tunduk seraya menghamba

Belajar dari Ibrahim
Belajar taqwa kepada Allah

Belajar dari Ibrahim
Belajar untuk mencintai Allah

Malu pada Bapak para Anbiya
Patuh dan taat pada Allah semata
Tanpa pernah mengumbar kata-kata
Jalankan perintah tiada banyak bicara

( Jazakumullah Kepada Snada Atas Hikmah dari Nasyidnya, Courtesy Video YouTube )

 

Kalau belum berhaji Sekarang,

 berQurban Sekarang KLIK :

qurban tepat sasaran peduli sehati ke pondok panti yatim dan masjid daerah miskin dhuafa (2)

Qurban Peduli Sehati

http://www.pedulisehati.com

Qurban Jangan  Mubadhir atau berlimpah di perkotaan dan perumahan, sementara di desa miskin ada yang Satu desa, satu masjid tidak ada Hewan Qurbannya

PENYALURAN

Prioritas Penyaluran Qurban Peduli Sehati ke Masjid ,Panti yang Hewan Qurban belum ada/Sedikit:

Pondok Pesantren Yatim Penghapal Qur’an . Masjid dan Pondok Pesantren di Gunung Kidul, Masjid di Pelosok  Kulonprogo Serta beberapa Masjid dan Panti yang  minim Hewan Qurban  bekerjasama dengan Mitra Sehati

HARGA HEWAN QURBAN

Menyesuaikan perkembangan Harga Hewan Qurban

pedulisehati 2013 dot com

TATA CARA Qurban Peduli Sehati :

1. Biaya Qurban diKirim Via rekening Bank Peduli Sehati 2. SMS ke Hotline Peduli Sehati 08572-9000-655  atau email ke : pedulisehati@gmail.com a. Nama Mudhohi/Pekurban : (Nama) bin (nama Ayah),untuk Di Niatkan ketika menyembelih/Memotong dan kita Do’akan b. Jumlah kiriman,di kirim ke rekening Peduli Sehati Via Bank yang Mana, untuk di belikan Hewan Qurban yang sesuai dengan standar yang disyariahkan c  Mohon SMS juga alamat Email atau Alamat Rumah untuk Mengirim Laporan Qurban

 

FADHILAH-KEUTAMAAN :

Dari Ibnu ‘Abbas dari Nabi SAW. beliau bersabda: “Tidak ada amal yang lebih utama pada hari-hari (tasyriq) ini selain berkurban. ” Para sahabat berkata, “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah), lalu dia tidak kembali lagi.” (H.R. Bukhari : 916)

“Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban.Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)

Diriwayatkan dari sahabat Zaid ibn Arqam, ia berkata : “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

Bisa juga Hewan Qurban di ANTAR LANGSUNG bersama keluarga,
sekalian bisa  #MENYAKSIKAN LANGSUNG Langsung Pemotongan
-Waktu    : Setelah Sholat Hari Pertama Idul Adha
-Lokasi   : Pesantren Yatim Tahfidz Qur’an Daarusalam
Ngluwar Magelang

peta yatim center yatim penghapal qur'an www.pedulisehati (2)

Perkiraan Harga termasuk Operasional

Idul Qurban 1440 H ( tahun 2019)
Menyesuaikan perkembangan harga,

(Panitia Mencarikan Hewan Qurban yang terbaik )
HARGA MULAI

65b4a860-f6fa-43c3-9dfa-0ca38620a078

Jika Belum berQurban Sekarang

KLIK BerSEDEKAHLAH SEKARANG

donate animasi sehati