• Blog Stats

    • 93,058 hits

ANAK ANAK TANGGUH YANG MENYENTUH HATI

INSPIRASI ANAK SEHATI

ANAK ANAK TANGGUH

YANG MENYENTUH HATI

Peduli dan Cinta Aisyah untuk sang Ayah (1)

Tersentuh  haru  melihat Berita di beberapa media,
Aisyah Anak Kecil 8 tahun asal Medan,
yang merawat ayahnya, dengan Sepenuh Cinta,
Ayahnya  Muhammad Nawawi Pulungan, 56 Tahun
Sakit Sakitan , tergolek di becaknya ditunggui Aisyah selama lebih dari setahun.

Peduli dan Cinta Aisyah untuk sang Ayah (2)

Peduli dan Cinta Aisyah untuk sang Ayah (3)

Peduli dan Cinta Aisyah untuk sang Ayah (4)

Haru,Anak Anak Yatim & Ibunya Menangis

Image

Hati kita tersentuh, Airmata pelan menetes ,

Melihat  Sinar dengan sepenuh cinta

merawat Ibunya yang Sakit, dan Lumpuh,

 Image

Mari Peduli Anak anak Yatim

Lagi hati kita tersentuh dengan melihat Tasripin,

Anak SD  yang Harus bekerja dan menjadi merawat adik adiknya

 Image

Beberapa tahun yang lalu kita , memgetahui, Ada yang menginspirasi, Menyentuh hati kita untuk Peduli.

Zhang Da ,Seorang anak di China pada mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

Image

Sejak ia berusia 10 tahun , anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Ayah yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.

Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Ayahnya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.

Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Ayahnya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.

Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.

Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk Ayahnya.

Hidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Ayahnya yang sakit sejak umur 10 tahun. Ia menggendong  ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan Ayahnya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan Ayahnya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri Ayahnya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.

Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang Perawat memberikan injeksi suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa mampu, ia nekat untuk menyuntik Ayahnya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik Ayahnya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah terampil dan ahli menyuntik.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,

                 “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah? Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!”

Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu.”

Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab,

 “Aku mau Ibu kembali. ….

Ibu kembalilah ke rumah, …..

aku bisa membantu Ayah,…..

 aku bisa cari makan sendiri, …..

Ibu kembalilah!

Image

Semua yang hadir pun spontan menitikkan air mata karena terharu. Tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan Ayahnya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?

Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, pasti semua akan membantunya.

Mungkin apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Ibu kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat Ibunya pergi meninggalkan dia dan Ayahnya.

 Image

Inspirasi Sehati diambil dari beberapa Sumber untuk Inspirasi Hati dan Kemanusiaan

Syiir  anak yatim, Hayati,

Sangat menyentuh Hati

 

INSPIRASI ANAK SEHATI pedulisehati Sayang Anak pahlawan keluarga (6)

Program Peduli Sehati untuk Anak anak Tangguh, Anak anak Pahlawan Keluarga,  membantu anak anak dari keluarga tidak mampu untuk kita beri bantuan :

Makan,

Sandang,

Kesehatan,

Ekonomi

serta Pendidikan

INSPIRASI ANAK SEHATI pedulisehati Sayang Anak pahlawan keluarga (0

pedulisehati 2013 dot com

Lembutkan Hati

Mari Peduli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: