• Blog Stats

    • 93,058 hits

Program Peduli Sehat dengan Pengurangan Resiko Bencana ( PRB )

MARI SEHAT MULAI DENGAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA

MARI SEHAT MULAI DENGAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA

Indonesia menjadi negara dengan potensi sosio-ekonomi yang besar sekali. Letak, geologis, cuaca dan kondisi sosial, ini juga yang membuat Indonesia mempunyai kerentanan yang sangat tinggi terhadap beragam bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, badai dan angin topan, wabah penyakit, kekeringan dan gunung api. Belakangan ini bencana terjadi hampir setiap tahun di Indonesia. Ditambah lagi pertumbuhan penduduk yang tinggi serta pembangunan yang juga menghasilkan banyak bencana seperti kebakaran kota dan hutan, polusi udara, kerusakan lingkungan, dan terorisme.

Bencana muncul ketika ancaman alam (seperti gunung api) bertemu dengan masyarakat rentan (perkampungan di lereng gunung api) yang mempunyai kemampuan rendah atau tidak mempunyai kemampuan untuk menanggapi ancaman itu (tidak ada pelatihan atau pemahaman tentang gunung api atau tidak siap siaga). Gabungan keduanya menyebabkan terganggunya kehidupan masyarakat seperti kehancuran rumah, kerusakan harta benda serta korban jiwa. Begitu juga bila bencana dihubungkan dengan berjangkitnya suatu penyakit di suatu wilayah, hal ini juga akan menyebabkan terganggunya kehidupan masyarakat; produktifitas masyarakat menurun serta bisa menyebabkan korban jiwa.

Pada masa dahulu bila terjadi kondisi bencana seperti itu masyarakat, pemerintah dan organisasi masyarakat beramai-ramai melakukan tanggap bencana sebagai wujud kepedulian sosial. Tetapi lebih dari dua dekade yang lalu, pembahasan serius mengenai situasi tanggap bencana secara bertahap telah berpindah dari hal bantuan dan pemulihan menjadi pengurangan risiko bencana, yang berfokus pada partisipasi masyarakat. Terdapat suatu pertumbuhan yang nyata bahwa alur pendekatan dari atas ke bawah didalam mengatasi bencana tidak cukup memadai dalam membahas kebutuhan mengenai kerentanan masyarakat dan memanfaatkan sumber daya potensial dan kapasitas yang ada di masyarakat.

Tidak dipungkiri bahwa semua layanan-layanan kemanusiaan ini sangat perlu selama masa krisis untuk menyelamatkan nyawa, harta-benda dan kembali pada situasi sosial-ekonomi yang normal. Aktivitas tanggap bencana ini sangat membantu penduduk untuk kembali pada situasi normal mereka, tapi hanya akan sedikit menolong dalam membangun kapasitas masyarakat yang tahan terhadap bencana.

Pendekatan PRB bekerja tidak hanya untuk usaha pengurangan dan tanggap darurat, tapi juga untuk pencegahan, pengurangan sebab-sebab kerentanan, dan pengembangan kepemimpinan masyarakat serta kapasitas pengelolaan. Berikut adalah komponen-komponen interaktif PRB:
a. pencegahan: mengambil tindakan-tindakan untuk menghilangkan sebab-sebab ancaman;
b. mitigasi: mengambil tindakan-tindakan melindungi atau mengurangi tingkat destruktif dari kekuatan-kekuatan utama yang menyertai ancaman, yang berpengaruh pada unsur manusiawi dan non-manusiawi;
c. pengurangan kerentanan: mengambil tindakan-tindakan untuk mempersiapkan dan melaksanakan tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi;
d. kepemimpinan masyarakat dan pembangunan kapasitas pengelolaan: mengambil tindakan-tindakan untuk mengembangkan kepemimpinan dan kapasitas masyarakat untuk mengelola dan meneruskan kegiatan PRB melalui usaha kolektif dengan para pemangku kepentingan.

SEKOLAH SIAGA BENCANA

KLIK DONASI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: