• Blog Stats

    • 109,813 hits
  • Advertisements

Berkah Ramadhan Dengan Sedekah

Berkah Ramadhan Dengan Sedekah

2 - Copy

FKS

Jadwal Imsyakiyah PS 2018 pedulisehati OK.jpg

 

doa dan niat puasa tarawih dll

PERBANYAK SEDEKAH DI BULAN RAMADHAN

Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam, teladan terbaik bagi kita, beliau adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau lebih dahsyat lagi di bulan Ramadhan. Hal ini diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ،

وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ،

وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيُدارسه القرآن ،

فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح المرسَلة

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus. (HR. Bukhari, no.6)

كان النبي صلى الله عليه وسلم أشجع الناس وأجود الناس

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling berani dan paling dermawan.” (HR. Bukhari no.1033, Muslim no. 2307)

DP_BBM_YUK_SEDEKAH-BERSEDEKAH1

Mari meraih Berkah di Bulan Berkah, bulan Ramadhan

Animasi Pedulisehati Kecil

infaq pengembangan Rumah Qur'an pedulisehati 085729000655

Animasi Pedulisehati Panjang

Infaq Ambulance Sehati

dp-sedekah

Penyaluran Mukena dan sarung  untuk Yatim DS 25 Mei 2014 (3)

Perniagaan yang Tak Akan Merugi Pembangunan Masjid dan Pesantren Terpadu Tahfidz Qur'an Sehati Daarusalam

KLIK di bawah  ini untuk PEDULIdonate animasi sehati

Advertisements

Do’a supaya di Mudahkan dalam Ujian

Do’a supaya di Mudahkan dalam Ujian

Doa Kemudahan dalam Ujian Sekolah kuliah UN UAS UTS Ujian Kerja

Doa Kemudahan dalam Ujian Sekolah kuliah UN UAS UTS Ujian Kerja

Bagikan kepada teman dan sahabat yang mau Ujian Sekolah, Kuliah, ujian UAS, Ujian Kerja dll

Semoga berkah juga kepada yang membagikan

آمين يارب العالمي

Syukur dan berkah Ujian
Salurkan DONASI ke LAZ PEDULI SEHATI
SK Menteri Hukum dan HAM RI No : AHU-5285.AH.01.04 Tahun 2011
Ijin SK LAZ DIY no 1441/Kw.12.6/4/BA.03.2/5/2017

Rekening Semua atasnama PEDULI SEHATI
-BCA : 456-497-1393
-MANDIRI: 137-000-7922-129
-BRI : 111-101-001-574-539
-BSM : 701-7766-028
-BMI : 531-003-4476
-BNI Syariah: 022-161-4997
-BTN Syariah: 722-3000-899
-CIMB Niaga Syariah:5080-1000-25002
-BRI Syariah: 1000-127-597
-GIRO POS Online No. Rek: 550-0030-825

Konfirmasi SMS Donasi
WA/SMS ke 08572-9000-655
http://www.pedulisehati.com

Sya'ban Qur'an dan Zakat (3)

Berkah bulan Sya’ban , mari Tunaikan ZIS ke LAZ Peduli Sehati

Berkah bulan Sya’ban , mari Tunaikan ZIS ke LAZ Peduli Sehati

 

Sya'ban berzakat ke LAZ peduli sehati

قال الحافظ ابن حجر -رحمه الله
كان المسلمون إذا دخل شعبان كبوا على المصاحف
وأخرجوا الزكاة
كتاب فتح الباري ١٣/ ٣١٠-٣١١

Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata:
Kebiasaan kaum muslimin (dari dahulu) jika datang bulan Sya’ban ,
mereka fokus kepada Al Qur’an
dan mengeluarkan zakat mereka.
Fathul Baariy 13/310-311

 

Animasi Pedulisehati Kecil

Jadilah ‪#‎Donatur Tetap

Dari ’Aisyah RA,
Rasulullah SAW bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala
adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”
’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.

An Nawawi: ”Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun rutin dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja”

 

LAZ YAYASAN PEDULI SEHATI
SK Menteri Hukum dan HAM RI

No : AHU-5285.AH.01.04 Tahun 2011
Ijin SK LAZ DIY no 1441/Kw.12.6/4/BA.03.2/5/2017

Rekening Semua atasnama PEDULI SEHATI

-BCA : 456-497-1393
-MANDIRI: 137-000-7922-129
-BRI : 111-101-001-574-539
-BSM : 701-7766-028
-BMI : 531-003-4476
-BNI Syariah: 022-161-4997
-BTN Syariah: 722-3000-899
-CIMB Niaga Syariah:5080-1000-25002
-BRI Syariah: 1000-127-597
-GIRO POS Online No. Rek: 550-0030-825

Konfirmasi SMS Donasi
WA/SMS ke 08572-9000-655

Sya'ban Qur'an dan Zakat (1)

Sya'ban Qur'an dan Zakat (2)

Sya'ban Qur'an dan Zakat (3)

 Sya'ban Qur'an dan Zakat (4).JPG

Acara Do’a dan Santunan

Anak anak Santri Yatim Peduli Sehati

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-7

Motivasi, Materi serta Tips Menjadi Haji Mabrur

Motivasi, Materi serta Tips Menjadi Haji Mabrur

عن جابر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال

 الحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة  

قيل وما بره قال

إطعام الطعام

وطيب الكلام

رواه أحمد والطبراني

 

Tips Menjadi haji Mabrur Peduli Sehati (1)

Tips Menjadi haji Mabrur Peduli Sehati (2)

 

Tips Menjadi haji Mabrur Peduli Sehati (5)

Motivasi Haji

Motivasi Haji dan Zakat peduli sehati (1)

 

Motivasi Haji dan Zakat peduli sehati (2)

umroh Bugdet

 

 

Taushiah, dan Motivasi serta Persiapan Haji serta Umroh Lengkap

 Silahkan Download di Bawah ini : ( File dalam PDF   Cara : Klik Kanan Pilih TULISAN MATERI APA ====> Save Link As  atau Klik saja TULISAN Pilih  MATERI   Setelah terbuka Save PDF  di HP/Laptop)

1. Persiapan Haji sampai keberangkatan

2. Kegiatan di Madinah

3. Umroh

4. Kegiatan di Makkah sebelum Wukuf

5. Tarwiyah di Mina ,Wukuf Arofah, Muzdalifah

6. Mina setelah Wukuf Jamarat Dam Qurban

7. Kegiatan di Makkah setelah Wukuf

8. Kepulangan ke Indonesia

9. Tips Sederhana dan Bawaan Haji 

10. Do’a Do’a Haji dan Umroh Ringkas

11. Do’a Do’a Haji dan Umroh Versi Kemenag RI

12. Cara Memakai Pakaian IHRAM

13. Pengajian Haji  الْبِرَّ : Menjaga Kemabruran Haji

14. Tutorial MUDAH memakai Kain IHRAM

 Tutorial Cara Pemakaian Kain Ihram :

Mudah , Singkat, Cepat, Nyaman, Aman

15. Download AUDIO

Download Audio Do'a Haji Lengkap Hapalan Bacaan awal sampai akhirDownload Audio Do’a Haji Lengkap awal sampai akhir, Berangkat dari rumah sampai pulang, sesuai Buku Buku Do’a dan Dzikir Manasik Haji dan Umroh Kemenag RI 

sound box

Petunjuk Mudah:Dengarkan Via Pemutar Mp3 atau HP,sambil  melihat Buku Do’a dan Dzikir Manasik Haji dan Umrohbuku panduan dzikir haji umroh

Download Audio Do’a Haji 1-11
Download Audio Do’a Haji 12-22
Download Audio Do’a Haji 23-33
Download Audio Do’a Haji 34-44

Setelah Download,

Lengkapi keberkahan dengan Bersedekah Jangan Menunda bersedekah :

pedulisehati.net sedekah menyehatkan

Tips Menjadi haji Mabrur Peduli Sehati (3)Tips Menjadi haji Mabrur Peduli Sehati (6)

 

Tips Menjadi haji Mabrur Peduli Sehati (7)

Tips Menjadi haji Mabrur Peduli Sehati (8)

Balon Gerald anak yatim tunarungu Wujudkan Mimpi Anak Yatim

Balon Gerald anak yatim tunarungu
Wujudkan Mimpi Anak Yatim

Balon Gerald anak yatim tunarungu Wujudkan Mimpi Anak Yatim

Balon Gerald anak yatim tunarungu Wujudkan Mimpi Anak Yatim

 

Balon Gerald anak yatim tunarungu pedulisehati (2)Balon Gerald anak yatim tunarungu pedulisehati (4)

Balon Gerald anak yatim tunarungu
Wujudkan Mimpi Anak Yatim

Anak yatim menangis, arasy berguncang. Sabda Tuhan: Demi keagungan-Ku, siapa saja yang menghiburnya dan menghentikan tangisannya, Aku pastikan baginya surga

(Hadis Qudsi 208)

“Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim”.
(Q.S. Al Fajr, 89 : 16-17)

MARI PEDULI

1. Buku Anak Yatim
2. Beastudi Anak Yatim
3. Makan Santri Yatim
4. Pembangunan Rumah Qur’an Santri
5. Pemberdayaan Ekonomi Yatim, untuk Kemandirian

wujudkan
keinginan
Balon balon Cita cita
mimpi mimpi Gerald
anak yatim tuna rungu
dan anak anak sehati lainya

REKENING DONASI LANGSUNG Rekening atasnama
Yayasan PEDULI Sehati:
BCA: 456-497-1393
BRI: 111-101-001-574-539
BRI Syariah: 1000-127-597
MandiriSyariah: 701-7766-028
Mandiri: 137-000-7922-129
CIMB NIAGA Syariah: 5080-1000-2500-2
Muamalat: 531-003-4476
BNI Syariah: 022-161-4997
BTN Syariah: 722-3000-899
GIRO POS Online: 550-0030-825
Info dan Konfirmasi Donasi Peduli Sehati WA : 085729000655

Terima Kasih, semoga apa yang kita sedekahkan untuk kendaraan amal ini mendapatkan balasan yang berlipatganda baik didunia maupun diakhirat kelak.

Balon Gerald anak yatim tunarungu pedulisehati (6)

Berapakah ukuran Zakat Fitrah? 2,5 Kg atau 3 Kg? Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal

Berapakah ukuran Zakat Fitrah?

2,5 Kg atau 3 Kg?

Lihat Film berikut penjelasan panduan hitung zakat

Hadist shahih tentang zakat fitrah:

 dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW  bersabda:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – زَكَاةَ الْفِطْرِ, صَاعًا مِنْ تَمْرٍ, أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ: عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ, وَالذَّكَرِ, وَالْأُنْثَى, وَالصَّغِيرِ, وَالْكَبِيرِ, مِنَ الْمُسْلِمِينَ, وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang besar dari kalangan orang Islam. Dan beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang pergi menunaikan shalat “

(HR. Bukhari dan Muslim)

Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal Junni Sehati (1)

Pengertian tentang zakat fitrah menurut hadist diatas adalah ketentuan wajib bagi setiap muslim untuk membayar zakat; tidak memandang jenis kelamin dan usia. Perhitungan-nya, besar zakat fitrah yang dibayarkan adalah 1 sha’ makanan pokok.

Satu sha’ menurut mazhab MALIKI setara dengan empat mud dimana satu mud sama dengan sebanyak isi telapak tangan sedang jika mengisi keduanya lalu membentangkannya (Subulus Salam, hal. 111) atau sama dengan 675 Gram. Jadi satu Sha ‘sama dengan 2700 Gram (2,7 kg) (Wahbah al-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Beirut, Dar al-Fikr, tt, Juz II, hal. 910).

Begitu juga menurut mazhab SYAFI’I, satu sha’ sama dengan 693 1/3 dirham ((Al-Syarqawi, Op cit, Juz I, hal. 371. Lihat juga Al-Husaini, Kifayat al-Akhyar, Dar al-Fikr, Juz I, hal. 295; Wahbah Al-Zuhaili, Tafsir al-Munir, Dar al-Fikr, Juz II, hal. 141), setara dengan 4 mud (Lisaanul Arab 3/400) atau 2751 gram (2,75 kg) (Wahbah Al-Zuhaili, Al-Fiq al Islami Wa Adilatuhu, Dar al-Fikr, Juz II hal, 911). Takaran/ukuran ini sependapat dengan kalangan mazhab HAMBALI bahwa satu sha’ sama dengan 2751 gram (2,75 kg).

Imam HANAFI berpendapat berbeda, satu sha’ menurut madzhab ini adalah 8 rithl ukuran Irak. Satu rithl Irak sama dengan 130 dirham atau sama dengan 3800 gram (3,8 kg) (Al-Fiqh al-Islami wa adillatuhu karya Wahbah Zuhailli Juz II, hal. 909).

Bahkan, madzhab Hanafi memperbolehkan membayar zakat fitrah dengan harga atau uang yang senilai dengan bahan makanan pokok dibayarkan, sedangkan madzhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali tidak boleh. Ke-3 Imam tersebut hanya mewajibkan menunaikan zakat fitrah dengan makanan pokok seperti kurma dan gandum atau bahan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh penduduk suatu negeri contoh-nya beras untuk di Indonesia.

Sementara, MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) Jawatimur  menganjurkan agar umat Muslim yang niat membayar zakat fitrah yang penyalurannya dapat melalui amil pada rumah zakat agar menggenapkan hitungannya menjadi 3 kg orang (Lajnah Daimah, no. fatwa: 12572). Jadi, perhitungan-nya berubah dari 2,5 kg pada perhitungan selama ini. Harapannya, dengan cara penggenapan besaran zakat fitrah ini agar dapat menjadi jalan tengah atas perdebatan dan polemik yang selama ini berkembang berkaitan dengan jumlah besaran zakat fitrah.

Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal Junni Sehati (2)

Sebagian besar orang Islam di Indonesia mengaku bahwa dirinya ber-mazhab Syafi’i dan tentunya harus mengikuti ketentuan dari mazhab tersebut bukan? Adapun perbedaan pendapat tentang takaran atau perhitungan besaran zakat fitrah termasuk boleh-nya menggantinya dengan uang atau mengakalinya dengan membayar uang kemudian amil yang membelikannya beras, menunjukkan bahwa tidak semua ulama di Indonesia ber-mazhab Syafi’i. Oleh karena itu, demi kepentingan umat, kembalikanlah masalah ini kepada Al-Qur’an Allah dan Al-Hadist Muhammad sebagai ulil amri diantara kita, sebagaimana ayat di bawah ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Hai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul dan Ulil Amr di antara kalian. Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya”

(QS. An-Nisa [4]: 59).

download di sini sehati 1

DOWNLOAD PANDUAN ZAKAT

 

Penjelasan  dan cara Hitung Zakat  Zakat Maal

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (4)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (5)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (6)

ZAKAT MAAL

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (8)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (12)

Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal Junni Sehati (3)

Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal Junni Sehati (4)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (25)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (27)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (28)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (36)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (37)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (38)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (39)

 “Hanya 1/40 saja

atau 2,5 % untuk Bekal ke Akhirat

Zakat Infaq Sedekah Wakaf

LAZ Peduli Sehati

LAZ PEDULISEHATI SK Menteri Hukum dan HAM RI

No : AHU-5285.AH.04 Tahun 2011

Rekomendasi BAZNAS

No 31/SR/BAZNAS-DIY/XI/2016

Member Forum Zakat

ZAKAT HARTA YANG TELAH TERSIMPAN 1 TAHUN
a. Uang Tunai, Tabungan, Deposito atau sejenisnya

Rp

b. Saham atau surat-surat berharga lainnya

Rp

c. Real Estate (tidak termasuk rumah tinggal yang dipakai sekarang)

Rp

d. Emas, Perak, Permata atau sejenisnya

Rp

e. Mobil (lebih dari keperluan pekerjaan anggota keluarga)

Rp

f. Jumlah Harta Simpanan (A+B+C+D+E)

Rp

g. Hutang Pribadi yg jatuh tempo dalam tahun ini

Rp

h. Harta simpanan kena zakat(F-G, jika &gt nisab)

Rp

I. JUMLAH ZAKAT ATAS SIMPANAN YANG WAJIB DIBAYARKAN PER TAHUN (2,5% x H)

Rp

ZAKAT PROFESI
j. Pendapatan / Gaji per Bulan (setelah dipotong pajak)

Rp

k. Bonus/pendapatan lain-lain selama setahun

Rp

l. Jumlah Pendapatan per Tahun

Rp

m. Rata-rata pengeluaran rutin per bulan (kebutuhan fisik, air, listrik, pendidikan, kesehatan, transportasi, dll)

Rp

n. Pengeluaran lainnya dalam satu tahun (pendidikan, kesehatan, dll)

Rp

o. Jumlah Pengeluaran per Tahun (12 x m + n)

Rp

p. Penghasilan kena zakat (L – O , jika &gt nisab)

Rp

Q. JUMLAH ZAKAT PROFESI YANG WAJIB DIBAYARKAN PER TAHUN (2,5% X P)

Rp

ZAKAT HARTA USAHA (PERDAGANGAN / BISNIS LAINNYA)
r. Nilai Kekayaan Perusahaan (termasuk uang tunai, simpanan di bank, real estate, alat produksi, inventori, barang jadi, dll)

Rp

s. Utang perusahaan jatuh tempo

Rp

t. Komposisi Kepemilikan (dalam persen)

%

u. Jumlah Bersih Harta Usaha (t% x [r-s])

Rp

v. Harta usaha kena zakat (u, jika &gt nisab)

Rp

W. JUMLAH ZAKAT ATAS HARTA USAHA YANG WAJIB DIBAYARKAN PER TAHUN (2,5% X v)

Rp

TOTAL ZAKAT YANG HARUS DIBAYARKAN (I+Q+V)

Rp

PERHITUNGAN NISAB
z. Harga Emas Murni Saat ini per Gram

Rp

Besarnya Nisab (z x 85 gram emas)

Rp

Penjelasan dan Donasi Hubungi

http://www.pedulisehati.com

WA: 085729000655

Mari Kita Hitung ZAKAT Kita

DOWNLOAD

Calculator Zakat

Peduli sehati

ok pilih sini yps

Penjelasan Menghitung Zakat

Rumus Cara Menghitung Zakat Maal/Harta, Fitrah & Profesi Serta Nisab

A. Perhitungan Zakat Fitrah ( 2,7 Kg sd 3 Kg )

 1 Sha’ adalah 4 Mud. sementara 1 Mud adalah 693 gram ((Al-Syarqawi, Op cit, Juz I, hal. 371. Lihat juga Al-Husaini, Kifayat al-Akhyar, Dar al-Fikr, Juz I, hal. 295; Wahbah Al-Zuhaili, Tafsir al-Munir, Dar al-Fikr, Juz II, hal. 141), 1 Sha’ setara dengan 4 mud (Lisaanul Arab 3/400)

jadi 4x 693gram  atau 2772 gram (2,77 kg) (Wahbah Al-Zuhaili, Al-Fiq al Islami Wa Adilatuhu, Dar al-Fikr, Juz II hal, 911). Takaran/ukuran ini mendekati  dengan kalangan mazhab HAMBALI bahwa satu sha’ sama dengan 2751 gram (2,75 kg)

jadi Zakat Fitrah Perorang =2,75kg  sd 3kg x harga beras di pasaran perkilo

Contoh : Harga beras atau makanan pokok lokal yang biasa kita makan dan layak konsumsi di pasar rata-rata harganya Rp. 10.000,- maka zakat fitra yang harus dibayar setiap orang mampu adalah sebesar Rp. 27.500 sd Rp 30.000,-

B. Rumus Perhitungan Zakat Profesi / Pekerjaan

Zakat Profesi = 2,5% x (Penghasilan Total – Pembayaran Hutang / Cicilan)

Menghitung Nisab Zakat Profesi = 520 x harga beras pasaran perkg

Contoh Perhitungan Dalam Zakat Profesi :

Jika Bang Sehat punya gaji 2 juta perbulan dan penghasilan tambahan dari kios jualan pulsa dan perdana sebesar 8 juta perbulan maka total penghasilan Bang Jarwo sebesar 10 juta tiap bulan. Bang Sehat membayar cicilan kredit apartemen tidak bersubsidi pemerintah sebesar 5 juta perbulan.

C. Menghitung Zakat Maal / Harta Kekayaan

Zakat Maal = 2,5% x Jumlah Harta Yang Tersimpan Selama 1 Tahun (tabungan dan investasi)

Menghitung Nisab Zakat Mal = 85 x harga emas pasaran per gram

Contoh Perhitungan Dalam Zakat Maal Harta:

Nyonya Sehati punya tabungan di Bank Peduli 100 juta rupiah, deposito sebesar 200 juta rupiah, rumah rumah kedua yang dikontrakkan senilai 500 juta rupiah dan emas perak senilai 200 juta. Total harta yakni 1 milyar rupiah. Semua harta sudah dimiliki sejak satu tahun yang lalu.

Jika harga 1 gram emas sebesar Rp.500.000,- maka batas nisab zakat maal adalah Rp. 42.500.000,-. Karena harta Nyonya Sehati lebih dari limit nisab, maka ia harus membayar zakat mall sebesar Rp. 1 milyar x 2,5% = 25 juta rupiah per tahun.

Harta yang wajib dibayarkan zakat mal / zakat harta :
Emas, perak, uang simpanan, hasil pertanian, binatang ternak, benda usaha (uang, barang dagangan, alat usaha yang menghasilkan) dan harta temuan.

Perhitungan untuk hasil pertanian, peternakan, dan harta temuan ada ketentuan yang berbeda dalam hal nisab maupun besaran zakatnya. Ada juga buku yang berpendapat nisab emas adalah 93,6 gram dan perak 672 gr. Untuk lebih mudah bisa kita konversi ke rupiah dulu.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang menimbun harta. Oleh karena itu hiduplah sederhana dan gunakan harta untuk diputar kembali dalam perekonomian secara halal. Jangan lupa perbanyak sedekah.

Harta benda beserta seluruh kenikmatan dunia diciptakan untuk kepentingan manusia, agar mereka bersyukur kepada Allâh Ta’ala dan rajin beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu tatkala Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, meninggalkan putranya, Nabi Ismail ‘alaihissalam di sekitar bangunan Ka’bah, beliau berdoa:

Qs. Ibrâhîm/14:37

Ya Rabb kami,
sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku
di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati.
Ya Rabb kami,
(yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat,
maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka
dan berilah mereka rizki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

(Qs. Ibrâhîm/14:37)

Inilah hikmah diturunkannya rizki kepada umat manusia, sehingga bila mereka tidak bersyukur, maka seluruh harta tersebut akan berubah menjadi petaka dan siksa baginya.

Qs. at-Taubah/9:34-35

…Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak
dan tidak menafkahkannya pada jalan Allâh,
maka beritahukanlah kepada mereka
(bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.
Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam,
lalu dahi, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya,
(lalu dikatakan) kepada mereka:
“Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri,
maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.

(Qs. at-Taubah/9:34-35)

Ibnu Katsir rahimahullâh berkata:

“Dinyatakan bahwa setiap orang yang mencintai sesuatu dan lebih mendahulukannya dibanding ketaatan kepada Allâh, niscaya ia akan disiksa dengannya. Dan dikarenakan orang-orang yang disebut pada ayat ini lebih suka untuk menimbun harta kekayaannya daripada mentaati keridhaan Allâh, maka mereka akan disiksa dengan harta kekayaannya. Sebagaimana halnya Abu Lahab, dengan dibantu oleh istrinya, ia tak henti-hentinya memusuhi Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam, maka kelak pada hari kiamat, istrinya akan berbalik ikut serta menyiksa dirinya. Di leher istri Abu Lahab akan terikatkan tali dari sabut, dengannya ia mengumpulkan kayu-kayu bakar di neraka, lalu ia menimpakannya kepada Abu Lahab. Dengan cara ini, siksa Abu Lahab semakin terasa pedih, karena dilakukan oleh orang yang semasa hidupnya di dunia paling ia cintai. Demikianlah halnya para penimbun harta kekayaan. Harta kekayaan yang sangat ia cintai, kelak pada hari kiamat menjadi hal yang paling menyedihkannya. Di neraka Jahannam, harta kekayaannya itu akan dipanaskan, lalu digunakan untuk membakar dahi, perut, dan punggung mereka”.

Ibnu Hajar al-Asqalâni rahimahullâh berkata:

“Dan hikmah dikembalikannya seluruh harta yang pernah ia miliki, padahal hak Allâh (zakat) yang wajib dikeluarkan hanyalah sebagiannya saja, ialah karena zakat yang harus dikeluarkan menyatu dengan seluruh harta dan tidak dapat dibedakan. Dan karena harta yang tidak dikeluarkan zakatnya adalah harta yang tidak suci”.

Singkat kata, zakat adalah persyaratan dari Allâh Ta’ala kepada orang-orang yang menerima karunia berupa harta kekayaan agar harta kekayaan tersebut menjadi halal baginya.

Hadits-hadits di atas adalah sebagian dalil tentang penentuan nishab zakat emas dan perak, dan darinya, kita dapat menyimpulkan beberapa hal:

1.

Nishab adalah batas minimal dari harta zakat. Bila seseorang telah memiliki harta sebesar itu, maka ia wajib untuk mengeluarkan zakat. Dengan demikian, batasan nishab hanya diperlukan oleh orang yang hartanya sedikit, untuk mengetahui apakah dirinya telah berkewajiban membayar zakat atau belum. Adapun orang yang memiliki emas dan perak dalam jumlah besar, maka ia tidak lagi perlu untuk mengetahui batasan nishab, karena sudah dapat dipastikan bahwa ia telah berkewajiban membayar zakat. Oleh karena itu, pada hadits riwayat Ali radhiyallâhu’anhu di atas, Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam menyatakan: “Dan setiap kelebihan dari (nishab) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu”.

2.

Nishab emas, adalah 20 (dua puluh) dinar, atau seberat 91 3/7 gram emas.[3]

3.

Nishab perak, yaitu sebanyak 5 (lima) ‘uqiyah, atau seberat 595 gram.[4]

4.

Kadar zakat yang harus dikeluarkan dari emas dan perak bila telah mencapai nishab adalah atau 2,5%.

5.

Perlu diingat, bahwa yang dijadikan batasan nishab emas dan perak tersebut, ialah emas dan perak murni (24 karat).[5] Dengan demikian, bila seseorang memiliki emas yang tidak murni, misalnya emas 18 karat, maka nishabnya harus disesuaikan dengan nishab emas yang murni (24 karat), yaitu dengan cara membandingkan harga jualnya, atau dengan bertanya kepada toko emas, atau ahli emas, tentang kadar emas yang ia miliki. Bila kadar emas yang ia miliki telah mencapai nishab, maka ia wajib membayar zakatnya, dan bila belum, maka ia belum berkewajiban untuk membayar zakat.

Orang yang hendak membayar zakat emas atau perak yang ia miliki, dibolehkan untuk memilih satu dari dua cara berikut.

Cara pertama, membeli emas atau perak sebesar zakat yang harus ia bayarkan, lalu memberikannya langsung kepada yang berhak menerimanya.

Cara kedua, ia membayarnya dengan uang kertas yang berlaku di negerinya sejumlah harga zakat (emas atau perak) yang harus ia bayarkan pada saat itu.

Sebagai contoh, bila seseorang memiliki emas seberat 100 gram dan telah berlalu satu haul, maka ia boleh mengeluarkan zakatnya dalam bentuk perhiasan emas seberat 2,5 gram. Sebagaimana ia juga dibenarkan untuk mengeluarkan uang seharga emas 2,5 gram tersebut. Bila harga emas di pasaran Rp. 200.000, maka, ia berkewajiban untuk membayarkan uang sejumlah Rp. 500.000,- kepada yang berhak menerima zakat.

Syaikh Muhammad bin Shâlih al-’Utsaimin rahimahullâh berkata:

“Aku berpendapat, bahwa tidak mengapa bagi seseorang membayarkan zakat emas dan perak dalam bentuk uang seharga zakatnya. Ia tidak harus mengeluarkannya dalam bentuk emas. Yang demikian itu, lebih bermanfaat bagi para penerima zakat. Biasanya, orang fakir, bila engkau beri pilihan antara menerima dalam bentuk kalung emas atau menerimanya dalam bentuk uang, mereka lebih memilih uang, karena itu lebih berguna baginya.”[6]

Catatan Penting Pertama.

Perlu diingat, bahwa harga emas dan perak di pasaran setiap saat mengalami perubahan, sehingga bisa saja ketika membeli, tiap 1 gram seharga Rp 100.000,- dan ketika berlalu satu tahun, harga emas telah berubah menjadi Rp. 200.000,- Atau sebaliknya, pada saat beli, 1 gram emas harganya sebesar Rp. 200.000,- sedangkan ketika jatuh tempo bayar zakat, harganya turun menjadi Rp. 100.000,-

Pada kejadian semacam ini, yang menjadi pedoman dalam pembayaran zakat adalah harga pada saat membayar zakat, bukan harga pada saat membeli.

NISHAB ZAKAT UANG KERTAS

Pada zaman dahulu, umat manusia menggunakan berbagai cara untuk bertransaksi dan bertukar barang, agar dapat memenuhi kebutuhannya. Pada awalnya, kebanyakan menggunakan cara barter, yaitu tukar-menukar barang. Akan tetapi, tatkala manusia menyadari bahwa cara ini kurang praktis – terlebih bila membutuhkan dalam jumlah besar maka manusia berupaya mencari alternatif lain. Hingga akhirnya, manusia mendapatkan bahwa emas dan perak sebagai barang berharga yang dapat dijadikan sebagai alat transaksi antar manusia, dan sebagai alat untuk mengukur nilai suatu barang.

Dalam perjalanannya, manusia kembali merasakan adanya berbagai kendala dengan uang emas dan perak, sehingga kembali berpikir untuk mencari barang lain yang dapat menggantikan peranan uang emas dan perak itu. Hingga pada akhirnya ditemukanlah uang kertas. Dari sini, mulailah uang kertas tersebut digunakan sebagai alat transaksi dan pengukur nilai barang, menggantikan uang dinar dan dirham.

Berdasarkan hal ini, maka para ulama menyatakan bahwa uang kertas yang diberlakukan oleh suatu negara memiliki peranan dan hukum, seperti halnya yang dimiliki uang dinar dan dirham. Dengan demikian, berlakulah padanya hukum-hukum riba dan zakat.

Bila demikian halnya, maka bila seseorang memiliki uang kertas yang mencapai harga nishab emas atau perak, ia wajib mengeluarkan zakatnya, yaitu 2,5% dari total uang yang ia miliki. Dan untuk lebih jelasnya, maka saya akan mencoba mejelaskan hal ini dengan contoh berikut.

Misalnya satu gram emas 24 karat di pasaran dijual seharga Rp.200.000,- sedangkan 1 gram perak murni dijual seharga Rp. 25.000,- Dengan demikian, nishab zakat emas adalah 91 3/7 x Rp. 200.000 = Rp. 18.285.715,- sedangkan nishab perak adalah 595 x Rp 25.000 = Rp. 14.875.000,-.

Apabila pak Ahmad (misalnya), pada tanggal 1 Jumadits-Tsani 1428 H memiliki uang sebesar Rp. 50.000.000,- lalu uang tersebut ia tabung dan selama satu tahun (sekarang tahun 1429H) uang tersebut tidak pernah berkurang dari batas minimal nishab di atas, maka pada saat ini pak Ahmad telah berkewajiban membayar zakat malnya. Total zakat mal yang harus ia bayarkan ialah:

Rp. 50.000.000 x 2,5 % = Rp 1.250.000,-
(atau Rp. 50.000.000 dibagi 40)

Pada kasus pak Ahmad di atas, batasan nishab emas ataupun perak, sama sekali tidak diperhatikan, karena uang beliau jelas-jelas melebihi nishab keduanya. Akan tetapi, bila uang pak Ahmad berjumlah Rp. 16.000.000,- maka pada saat inilah kita mempertimbangkan batas nishab emas dan perak. Pada kasus kedua ini, uang pak Ahmad telah mencapai nishab perak, yaitu Rp. 14.875.000,- akan tetapi belum mencapai nishab emas yaitu Rp 18.285.715.

Pada kasus semacam ini, para ulama menyatakan bahwa pak Ahmad wajib menggunakan nishab perak, dan tidak boleh menggunakan nishab emas (karena jika menggunakan nisab emas maka tidak bayar zakat). Dengan demikian, pak Ahmad berkewajiban membayar zakat mal sebesar :

Rp. 16.000.000 x 2,5 % = Rp. 400.000,-
(atau Rp. 16.000.000,- dibagi 40)

Komisi Tetap Untuk Fatwa Kerajaan Saudi Arabia dibawah kepemimpinan Syaikh ‘Abdul-’Aziz bin Bâz rahimahullâh pada keputusannya no. 1881 menyatakan:

“Bila uang kertas yang dimiliki seseorang telah mencapai batas nishab salah satu dari keduanya (emas atau perak), dan belum mencapai batas nishab yang lainnya, maka penghitungan zakatnya wajib didasarkan kepada nishab yang telah dicapai tersebut”.[9]

Catatan Penting Kedua.

Dari pemaparan singkat tentang nishab zakat uang di atas, maka dapat disimpulkan bahwa nishab dan berbagai ketentuan tentang zakat uang adalah mengikuti nishab dan ketentuan salah satu dari emas atau perak. Oleh karena itu, para ulama menyatakan bahwa nishab emas atau nishab perak dapat disempurnakan dengan uang atau sebaliknya.[10]

Berdasarkan pemaparan di atas, bila seseorang memiliki emas seberat 50 gram seharga Rp. 10.000.000, (dengan asumsi harga 1 gram emas adalah Rp. 200.000,-) dan ia juga memiliki uang tunai sebesar Rp. 13.000.000, maka ia berkewajiban membayar zakat 2,5 %. Dalam hal ini walaupun masing-masing dari emas dan uang tunai yang ia miliki belum mencapai nishab, akan tetapi ketika keduanya digabungkan, jumlahnya (Rp. 23.000.000,-) mencapai nishab.

Zakat berarti “tumbuh”, “berkembang”, “menyucikan”, atau “membersihkan”. Sedangkan secara terminologi syari’ah, zakat merujuk pada aktivitas memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk orang-orang tertentu sebagaimana ditentukan.

Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat – syarat yang telah ditentukan oleh agama, dan disalurkan kepada orang–orang yang telah ditentukan pula, yaitu delapan golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 :

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk  budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana .”

Zakat dalam bahasa Arab mempunyai beberapa makna :

Pertama, zakat bermakna At-Thohuru, yang artinya membersihkan atau mensucikan. Makna ini menegaskan bahwa  orang yang selalu menunaikan zakat karena Allah dan bukan karena ingin dipuji manusia, Allah akan membersihkan dan mensucikan baik hartanya maupun jiwanya. Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 103:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan  dan mensucikan  mereka  dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu  ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kedua, zakat bermakna Al-Barakatu, yang artinya berkah. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu membayar zakat, hartanya akan selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT, kemudian keberkahan harta ini akan berdampak kepada keberkahan hidup. Keberkahan ini lahir karena harta yang kita gunakan adalah harta yang suci dan bersih, sebab harta kita telah dibersihkan dari kotoran dengan menunaikan zakat yang hakekatnya zakat itu sendiri berfungsi  untuk membersihkan dan mensucikan harta.

Ketiga, zakat bermakna An-Numuw, yang artinya tumbuh dan berkembang. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya (dengan izin Allah) akan selalu terus tumbuh dan berkembang. Hal ini disebabkan oleh kesucian dan keberkahan harta yang telah ditunaikan kewajiban zakatnya. Tentu kita tidak pernah mendengar orang yang selalu menunaikan zakat dengan ikhlas karena Allah, kemudian banyak mengalami masalah dalam harta dan usahanya, baik itu kebangkrutan, kehancuran, kerugian usaha, dan lain sebagainya. Tentu kita tidak pernah mendengar hal seperti itu, yang ada bahkan sebaliknya.

Selama beraktivitas di Lembaga Amil Zakat, sampai saat ini penulis belum menemukan orang –orang yang rutin menunaikan zakat kemudian berhenti dari menunaikan zakat disebabkan usahanya bangkrut atau ekonominya bermasalah, bahkan yang ada adalah orang–orang yang selalu menunaikan zakat, jumlah nominal zakat yang dikeluarkannya dari waktu ke waktu semakin bertambah besar, itulah bukti bahwa zakat sebenarnya tidak mengurangi harta kita, bahkan sebaliknya. Memang secara logika manusia, dengan membayar zakat maka harta kita akan berkurang, misalnya jika kita mempunyai penghasilan Rp. 2.000.000,- maka zakat yang kita keluarkan adalah 2,5 % dari Rp. 2.000.000,- yaitu Rp 50.000,-. Jika kita melihat menurut logika manusia, harta yang pada mulanya berjumlah Rp.2.000.000,- kemudian dikeluarkan Rp. 50.000,- maka harta kita menjadi Rp. 1.950.000,-  yang berarti jumlah harta kita berkurang. Tapi, menurut ilmu Allah yang Maha Pemberi rizki, zakat yang kita keluarkan tidak mengurangi harta kita, bahkan menambah harta kita dengan berlipat ganda.  Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 39 :

“Dan sesuatu riba  yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka  itulah orang-orang yang melipat gandakan .”

Dalam ayat ini Allah berfirman tentang zakat yang sebelumnya didahului dengan firman tentang riba. Dengan ayat ini Allah Maha Pemberi Rizki menegaskan bahwa riba tidak akan pernah melipat gandakan harta manusia, yang sebenarnya dapat melipat gandakannya adalah dengan menunaikan zakat.

Keempat, zakat bermakna As-Sholahu, yang artinya beres atau keberesan, yaitu bahwa orang orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya akan selalu beres dan jauh dari masalah. Orang yang dalam hartanya selalu ditimpa musibah atau  masalah, misalnya kebangkrutan, kecurian, kerampokan, hilang, dan lain sebagainya boleh jadi karena mereka selalu melalaikan zakat yang merupakan kewajiban mereka dan hak fakir miskin beserta golongan lainnya yang telah Allah sebutkan dalam Al – Qur’an.

Animasi Pedulisehati Kecil

Jadilah ‪#‎DonaturTetap

Dari ’Aisyah RA,
Rasulullah SAW bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala
adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”
’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.

An Nawawi: ”Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun rutin dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja”

Jadilah ‪#‎DonaturTetap

bisa dari

1. Ke ATM Rutin
2. DI Auto Debet dari rek, di Daftarkan dari CS Bank masing masing
3. Di Auto Debet di Bendahara Kantor Masing masing

‪#‎SEGERALAH‬,
selagi masih ada kesempatan,
Siapatahu ini kesempatan terakhir bagi Kita

Animasi Pedulisehati Panjang

KIRIM,TRANSFER 

Klik Di bawah ini

pedulisehati 2013 dot com

LAZ PEDULISEHATI SK Menteri Hukum dan HAM RI

No : AHU-5285.AH.04 Tahun 2011

Rekomendasi BAZNAS

No 31/SR/BAZNAS-DIY/XI/2016

Member Forum Zakat

IMG-20170526-WA0080-1

IMG-20170526-WA0080-2

Bagaimana Harta bisa di bawa Mati

Bagaimana Harta bisa di bawa Mati

Mari kita hayati Hikmah HARTA

Apakah Harta bisa di bawa mati?

1. RUMAH
Ketika kita mati , Rumah kita tidak kita bawa mati,akan berganti nama dan berganti pemilik
2. UANG di Rekening Sinpanan, akan berbalik nama /spesimen
#3 Perkara Yang Dibawa Mati  (1)
Bagaimanakah Cara supaya bisa di bawa Mati?
Dari Abu Hurairah RA. bahawa Rasulullah SAW bersabda:
 “Apabila seseorang itu meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara,:sedekah jariah,  ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang soleh mendoakan untuknya.
Mari Siapkan #3 Perkara Yang Dibawa Mati

Jadikan Harta menjadi Jariyah,

Menjadi Harta yang akan terus mengalir

Sedekah yang berterusan dan kekal manfaatnya
Mewakafkan tanah,dirikan Masjid, Pesantren,Panti Yatim akan terus  mendatangkan manfaat
Sedekah Jariyah Peduli Sehati
1. Program Rumah/Pesantren Yatim Tahfidh Qur’an
2. Program Rumah Sehati Untuk Anak Faqir dan Dhuafa
3. Zakat ke LAZ Peduki Sehati
A.Donasi PEMBEBASAN TANAH
– Pembelian Tanah di Rumah SEHATI  Sleman     : Rp. 2 juta/Meter
– Pembebasan  Tanah Pesantren Yatim Daarusalam  : Rp. 500.000,-/Meter
B.DONATUR TETAP OPERASIONAL
Pesantren dan Rumah Sehati         Rp.100.000,-/Santri/Bulan
Paket Kesehatan Faqir Miskin/Diffabel      Rp.100.000,-/Pasien/Diffabel
C. Berapapun Sedekah Jariyah, tidak di batasi Jumlahnya,
Ajrakallah wa Barakallah.
Semoga di terima Amalnya dan Berkah.
Bagaimanakah Harta Bisa di bawa Mati Peduli Sehati
Ingin menjadi Donatur ?
atau kita Sedekah Jariyah atasnama Orangtua/Anak kita kita


Kemudahan Via 10 Rekening Semua atasnama lembaga ( Bukan Pribadi )
an.YAYASAN PEDULI SEHATI
-BCA : 456-497-1393
-MANDIRI: 137-000-7922-129
-BRI : 111-101-001-574-539
-BSM : 701-7766-028
-BMI : 531-003-4476
-BNI Syariah: 022-161-4997
-BTN Syariah: 722-3000-899
-CIMB Niaga Syariah:5080-1000-25002
-BRI Syariah: 1000-127-597
-GIRO POS Online No. Rek: 550-0030-825
Konfirmasi SMS Donasi
Sedekah atasnama Nama Orang tua/Pribadi
SMS/WA ke 08572-9000-655
IMG-20170526-WA0080-1.jpg
IMG-20170526-WA0080-2