• Blog Stats

    • 101,362 hits

Berapakah ukuran Zakat Fitrah? 2,5 Kg atau 3 Kg? Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal

Berapakah ukuran Zakat Fitrah?

2,5 Kg atau 3 Kg?

Lihat Film berikut penjelasan panduan hitung zakat

Hadist shahih tentang zakat fitrah:

 dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW  bersabda:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – زَكَاةَ الْفِطْرِ, صَاعًا مِنْ تَمْرٍ, أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ: عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ, وَالذَّكَرِ, وَالْأُنْثَى, وَالصَّغِيرِ, وَالْكَبِيرِ, مِنَ الْمُسْلِمِينَ, وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang besar dari kalangan orang Islam. Dan beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang pergi menunaikan shalat “

(HR. Bukhari dan Muslim)

Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal Junni Sehati (1)

Pengertian tentang zakat fitrah menurut hadist diatas adalah ketentuan wajib bagi setiap muslim untuk membayar zakat; tidak memandang jenis kelamin dan usia. Perhitungan-nya, besar zakat fitrah yang dibayarkan adalah 1 sha’ makanan pokok.

Satu sha’ menurut mazhab MALIKI setara dengan empat mud dimana satu mud sama dengan sebanyak isi telapak tangan sedang jika mengisi keduanya lalu membentangkannya (Subulus Salam, hal. 111) atau sama dengan 675 Gram. Jadi satu Sha ‘sama dengan 2700 Gram (2,7 kg) (Wahbah al-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Beirut, Dar al-Fikr, tt, Juz II, hal. 910).

Begitu juga menurut mazhab SYAFI’I, satu sha’ sama dengan 693 1/3 dirham ((Al-Syarqawi, Op cit, Juz I, hal. 371. Lihat juga Al-Husaini, Kifayat al-Akhyar, Dar al-Fikr, Juz I, hal. 295; Wahbah Al-Zuhaili, Tafsir al-Munir, Dar al-Fikr, Juz II, hal. 141), setara dengan 4 mud (Lisaanul Arab 3/400) atau 2751 gram (2,75 kg) (Wahbah Al-Zuhaili, Al-Fiq al Islami Wa Adilatuhu, Dar al-Fikr, Juz II hal, 911). Takaran/ukuran ini sependapat dengan kalangan mazhab HAMBALI bahwa satu sha’ sama dengan 2751 gram (2,75 kg).

Imam HANAFI berpendapat berbeda, satu sha’ menurut madzhab ini adalah 8 rithl ukuran Irak. Satu rithl Irak sama dengan 130 dirham atau sama dengan 3800 gram (3,8 kg) (Al-Fiqh al-Islami wa adillatuhu karya Wahbah Zuhailli Juz II, hal. 909).

Bahkan, madzhab Hanafi memperbolehkan membayar zakat fitrah dengan harga atau uang yang senilai dengan bahan makanan pokok dibayarkan, sedangkan madzhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali tidak boleh. Ke-3 Imam tersebut hanya mewajibkan menunaikan zakat fitrah dengan makanan pokok seperti kurma dan gandum atau bahan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh penduduk suatu negeri contoh-nya beras untuk di Indonesia.

Sementara, MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) Jawatimur  menganjurkan agar umat Muslim yang niat membayar zakat fitrah yang penyalurannya dapat melalui amil pada rumah zakat agar menggenapkan hitungannya menjadi 3 kg orang (Lajnah Daimah, no. fatwa: 12572). Jadi, perhitungan-nya berubah dari 2,5 kg pada perhitungan selama ini. Harapannya, dengan cara penggenapan besaran zakat fitrah ini agar dapat menjadi jalan tengah atas perdebatan dan polemik yang selama ini berkembang berkaitan dengan jumlah besaran zakat fitrah.

Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal Junni Sehati (2)

Sebagian besar orang Islam di Indonesia mengaku bahwa dirinya ber-mazhab Syafi’i dan tentunya harus mengikuti ketentuan dari mazhab tersebut bukan? Adapun perbedaan pendapat tentang takaran atau perhitungan besaran zakat fitrah termasuk boleh-nya menggantinya dengan uang atau mengakalinya dengan membayar uang kemudian amil yang membelikannya beras, menunjukkan bahwa tidak semua ulama di Indonesia ber-mazhab Syafi’i. Oleh karena itu, demi kepentingan umat, kembalikanlah masalah ini kepada Al-Qur’an Allah dan Al-Hadist Muhammad sebagai ulil amri diantara kita, sebagaimana ayat di bawah ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Hai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul dan Ulil Amr di antara kalian. Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya”

(QS. An-Nisa [4]: 59).

download di sini sehati 1

DOWNLOAD PANDUAN ZAKAT

 

Penjelasan  dan cara Hitung Zakat  Zakat Maal

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (4)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (5)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (6)

ZAKAT MAAL

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (8)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (12)

Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal Junni Sehati (3)

Panduan Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal Junni Sehati (4)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (25)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (27)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (28)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (36)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (37)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (38)

Panduan  Mudah dan cara Hitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal www.pedulisehati.com ziswaf infaq sedekah sembuh berkah rizky (39)

 “Hanya 1/40 saja

atau 2,5 % untuk Bekal ke Akhirat

Zakat Infaq Sedekah Wakaf

LAZ Peduli Sehati

LAZ PEDULISEHATI SK Menteri Hukum dan HAM RI

No : AHU-5285.AH.04 Tahun 2011

Rekomendasi BAZNAS

No 31/SR/BAZNAS-DIY/XI/2016

Member Forum Zakat

ZAKAT HARTA YANG TELAH TERSIMPAN 1 TAHUN
a. Uang Tunai, Tabungan, Deposito atau sejenisnya

Rp

b. Saham atau surat-surat berharga lainnya

Rp

c. Real Estate (tidak termasuk rumah tinggal yang dipakai sekarang)

Rp

d. Emas, Perak, Permata atau sejenisnya

Rp

e. Mobil (lebih dari keperluan pekerjaan anggota keluarga)

Rp

f. Jumlah Harta Simpanan (A+B+C+D+E)

Rp

g. Hutang Pribadi yg jatuh tempo dalam tahun ini

Rp

h. Harta simpanan kena zakat(F-G, jika &gt nisab)

Rp

I. JUMLAH ZAKAT ATAS SIMPANAN YANG WAJIB DIBAYARKAN PER TAHUN (2,5% x H)

Rp

ZAKAT PROFESI
j. Pendapatan / Gaji per Bulan (setelah dipotong pajak)

Rp

k. Bonus/pendapatan lain-lain selama setahun

Rp

l. Jumlah Pendapatan per Tahun

Rp

m. Rata-rata pengeluaran rutin per bulan (kebutuhan fisik, air, listrik, pendidikan, kesehatan, transportasi, dll)

Rp

n. Pengeluaran lainnya dalam satu tahun (pendidikan, kesehatan, dll)

Rp

o. Jumlah Pengeluaran per Tahun (12 x m + n)

Rp

p. Penghasilan kena zakat (L – O , jika &gt nisab)

Rp

Q. JUMLAH ZAKAT PROFESI YANG WAJIB DIBAYARKAN PER TAHUN (2,5% X P)

Rp

ZAKAT HARTA USAHA (PERDAGANGAN / BISNIS LAINNYA)
r. Nilai Kekayaan Perusahaan (termasuk uang tunai, simpanan di bank, real estate, alat produksi, inventori, barang jadi, dll)

Rp

s. Utang perusahaan jatuh tempo

Rp

t. Komposisi Kepemilikan (dalam persen)

%

u. Jumlah Bersih Harta Usaha (t% x [r-s])

Rp

v. Harta usaha kena zakat (u, jika &gt nisab)

Rp

W. JUMLAH ZAKAT ATAS HARTA USAHA YANG WAJIB DIBAYARKAN PER TAHUN (2,5% X v)

Rp

TOTAL ZAKAT YANG HARUS DIBAYARKAN (I+Q+V)

Rp

PERHITUNGAN NISAB
z. Harga Emas Murni Saat ini per Gram

Rp

Besarnya Nisab (z x 85 gram emas)

Rp

Penjelasan dan Donasi Hubungi

http://www.pedulisehati.com

WA: 085729000655

Mari Kita Hitung ZAKAT Kita

DOWNLOAD

Calculator Zakat

Peduli sehati

ok pilih sini yps

Penjelasan Menghitung Zakat

Rumus Cara Menghitung Zakat Maal/Harta, Fitrah & Profesi Serta Nisab

A. Perhitungan Zakat Fitrah ( 2,7 Kg sd 3 Kg )

 1 Sha’ adalah 4 Mud. sementara 1 Mud adalah 693 gram ((Al-Syarqawi, Op cit, Juz I, hal. 371. Lihat juga Al-Husaini, Kifayat al-Akhyar, Dar al-Fikr, Juz I, hal. 295; Wahbah Al-Zuhaili, Tafsir al-Munir, Dar al-Fikr, Juz II, hal. 141), 1 Sha’ setara dengan 4 mud (Lisaanul Arab 3/400)

jadi 4x 693gram  atau 2772 gram (2,77 kg) (Wahbah Al-Zuhaili, Al-Fiq al Islami Wa Adilatuhu, Dar al-Fikr, Juz II hal, 911). Takaran/ukuran ini mendekati  dengan kalangan mazhab HAMBALI bahwa satu sha’ sama dengan 2751 gram (2,75 kg)

jadi Zakat Fitrah Perorang =2,75kg  sd 3kg x harga beras di pasaran perkilo

Contoh : Harga beras atau makanan pokok lokal yang biasa kita makan dan layak konsumsi di pasar rata-rata harganya Rp. 10.000,- maka zakat fitra yang harus dibayar setiap orang mampu adalah sebesar Rp. 27.500 sd Rp 30.000,-

B. Rumus Perhitungan Zakat Profesi / Pekerjaan

Zakat Profesi = 2,5% x (Penghasilan Total – Pembayaran Hutang / Cicilan)

Menghitung Nisab Zakat Profesi = 520 x harga beras pasaran perkg

Contoh Perhitungan Dalam Zakat Profesi :

Jika Bang Sehat punya gaji 2 juta perbulan dan penghasilan tambahan dari kios jualan pulsa dan perdana sebesar 8 juta perbulan maka total penghasilan Bang Jarwo sebesar 10 juta tiap bulan. Bang Sehat membayar cicilan kredit apartemen tidak bersubsidi pemerintah sebesar 5 juta perbulan.

C. Menghitung Zakat Maal / Harta Kekayaan

Zakat Maal = 2,5% x Jumlah Harta Yang Tersimpan Selama 1 Tahun (tabungan dan investasi)

Menghitung Nisab Zakat Mal = 85 x harga emas pasaran per gram

Contoh Perhitungan Dalam Zakat Maal Harta:

Nyonya Sehati punya tabungan di Bank Peduli 100 juta rupiah, deposito sebesar 200 juta rupiah, rumah rumah kedua yang dikontrakkan senilai 500 juta rupiah dan emas perak senilai 200 juta. Total harta yakni 1 milyar rupiah. Semua harta sudah dimiliki sejak satu tahun yang lalu.

Jika harga 1 gram emas sebesar Rp.500.000,- maka batas nisab zakat maal adalah Rp. 42.500.000,-. Karena harta Nyonya Sehati lebih dari limit nisab, maka ia harus membayar zakat mall sebesar Rp. 1 milyar x 2,5% = 25 juta rupiah per tahun.

Harta yang wajib dibayarkan zakat mal / zakat harta :
Emas, perak, uang simpanan, hasil pertanian, binatang ternak, benda usaha (uang, barang dagangan, alat usaha yang menghasilkan) dan harta temuan.

Perhitungan untuk hasil pertanian, peternakan, dan harta temuan ada ketentuan yang berbeda dalam hal nisab maupun besaran zakatnya. Ada juga buku yang berpendapat nisab emas adalah 93,6 gram dan perak 672 gr. Untuk lebih mudah bisa kita konversi ke rupiah dulu.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang menimbun harta. Oleh karena itu hiduplah sederhana dan gunakan harta untuk diputar kembali dalam perekonomian secara halal. Jangan lupa perbanyak sedekah.

Harta benda beserta seluruh kenikmatan dunia diciptakan untuk kepentingan manusia, agar mereka bersyukur kepada Allâh Ta’ala dan rajin beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu tatkala Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, meninggalkan putranya, Nabi Ismail ‘alaihissalam di sekitar bangunan Ka’bah, beliau berdoa:

Qs. Ibrâhîm/14:37

Ya Rabb kami,
sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku
di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati.
Ya Rabb kami,
(yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat,
maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka
dan berilah mereka rizki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

(Qs. Ibrâhîm/14:37)

Inilah hikmah diturunkannya rizki kepada umat manusia, sehingga bila mereka tidak bersyukur, maka seluruh harta tersebut akan berubah menjadi petaka dan siksa baginya.

Qs. at-Taubah/9:34-35

…Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak
dan tidak menafkahkannya pada jalan Allâh,
maka beritahukanlah kepada mereka
(bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.
Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam,
lalu dahi, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya,
(lalu dikatakan) kepada mereka:
“Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri,
maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.

(Qs. at-Taubah/9:34-35)

Ibnu Katsir rahimahullâh berkata:

“Dinyatakan bahwa setiap orang yang mencintai sesuatu dan lebih mendahulukannya dibanding ketaatan kepada Allâh, niscaya ia akan disiksa dengannya. Dan dikarenakan orang-orang yang disebut pada ayat ini lebih suka untuk menimbun harta kekayaannya daripada mentaati keridhaan Allâh, maka mereka akan disiksa dengan harta kekayaannya. Sebagaimana halnya Abu Lahab, dengan dibantu oleh istrinya, ia tak henti-hentinya memusuhi Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam, maka kelak pada hari kiamat, istrinya akan berbalik ikut serta menyiksa dirinya. Di leher istri Abu Lahab akan terikatkan tali dari sabut, dengannya ia mengumpulkan kayu-kayu bakar di neraka, lalu ia menimpakannya kepada Abu Lahab. Dengan cara ini, siksa Abu Lahab semakin terasa pedih, karena dilakukan oleh orang yang semasa hidupnya di dunia paling ia cintai. Demikianlah halnya para penimbun harta kekayaan. Harta kekayaan yang sangat ia cintai, kelak pada hari kiamat menjadi hal yang paling menyedihkannya. Di neraka Jahannam, harta kekayaannya itu akan dipanaskan, lalu digunakan untuk membakar dahi, perut, dan punggung mereka”.

Ibnu Hajar al-Asqalâni rahimahullâh berkata:

“Dan hikmah dikembalikannya seluruh harta yang pernah ia miliki, padahal hak Allâh (zakat) yang wajib dikeluarkan hanyalah sebagiannya saja, ialah karena zakat yang harus dikeluarkan menyatu dengan seluruh harta dan tidak dapat dibedakan. Dan karena harta yang tidak dikeluarkan zakatnya adalah harta yang tidak suci”.

Singkat kata, zakat adalah persyaratan dari Allâh Ta’ala kepada orang-orang yang menerima karunia berupa harta kekayaan agar harta kekayaan tersebut menjadi halal baginya.

Hadits-hadits di atas adalah sebagian dalil tentang penentuan nishab zakat emas dan perak, dan darinya, kita dapat menyimpulkan beberapa hal:

1.

Nishab adalah batas minimal dari harta zakat. Bila seseorang telah memiliki harta sebesar itu, maka ia wajib untuk mengeluarkan zakat. Dengan demikian, batasan nishab hanya diperlukan oleh orang yang hartanya sedikit, untuk mengetahui apakah dirinya telah berkewajiban membayar zakat atau belum. Adapun orang yang memiliki emas dan perak dalam jumlah besar, maka ia tidak lagi perlu untuk mengetahui batasan nishab, karena sudah dapat dipastikan bahwa ia telah berkewajiban membayar zakat. Oleh karena itu, pada hadits riwayat Ali radhiyallâhu’anhu di atas, Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam menyatakan: “Dan setiap kelebihan dari (nishab) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu”.

2.

Nishab emas, adalah 20 (dua puluh) dinar, atau seberat 91 3/7 gram emas.[3]

3.

Nishab perak, yaitu sebanyak 5 (lima) ‘uqiyah, atau seberat 595 gram.[4]

4.

Kadar zakat yang harus dikeluarkan dari emas dan perak bila telah mencapai nishab adalah atau 2,5%.

5.

Perlu diingat, bahwa yang dijadikan batasan nishab emas dan perak tersebut, ialah emas dan perak murni (24 karat).[5] Dengan demikian, bila seseorang memiliki emas yang tidak murni, misalnya emas 18 karat, maka nishabnya harus disesuaikan dengan nishab emas yang murni (24 karat), yaitu dengan cara membandingkan harga jualnya, atau dengan bertanya kepada toko emas, atau ahli emas, tentang kadar emas yang ia miliki. Bila kadar emas yang ia miliki telah mencapai nishab, maka ia wajib membayar zakatnya, dan bila belum, maka ia belum berkewajiban untuk membayar zakat.

Orang yang hendak membayar zakat emas atau perak yang ia miliki, dibolehkan untuk memilih satu dari dua cara berikut.

Cara pertama, membeli emas atau perak sebesar zakat yang harus ia bayarkan, lalu memberikannya langsung kepada yang berhak menerimanya.

Cara kedua, ia membayarnya dengan uang kertas yang berlaku di negerinya sejumlah harga zakat (emas atau perak) yang harus ia bayarkan pada saat itu.

Sebagai contoh, bila seseorang memiliki emas seberat 100 gram dan telah berlalu satu haul, maka ia boleh mengeluarkan zakatnya dalam bentuk perhiasan emas seberat 2,5 gram. Sebagaimana ia juga dibenarkan untuk mengeluarkan uang seharga emas 2,5 gram tersebut. Bila harga emas di pasaran Rp. 200.000, maka, ia berkewajiban untuk membayarkan uang sejumlah Rp. 500.000,- kepada yang berhak menerima zakat.

Syaikh Muhammad bin Shâlih al-’Utsaimin rahimahullâh berkata:

“Aku berpendapat, bahwa tidak mengapa bagi seseorang membayarkan zakat emas dan perak dalam bentuk uang seharga zakatnya. Ia tidak harus mengeluarkannya dalam bentuk emas. Yang demikian itu, lebih bermanfaat bagi para penerima zakat. Biasanya, orang fakir, bila engkau beri pilihan antara menerima dalam bentuk kalung emas atau menerimanya dalam bentuk uang, mereka lebih memilih uang, karena itu lebih berguna baginya.”[6]

Catatan Penting Pertama.

Perlu diingat, bahwa harga emas dan perak di pasaran setiap saat mengalami perubahan, sehingga bisa saja ketika membeli, tiap 1 gram seharga Rp 100.000,- dan ketika berlalu satu tahun, harga emas telah berubah menjadi Rp. 200.000,- Atau sebaliknya, pada saat beli, 1 gram emas harganya sebesar Rp. 200.000,- sedangkan ketika jatuh tempo bayar zakat, harganya turun menjadi Rp. 100.000,-

Pada kejadian semacam ini, yang menjadi pedoman dalam pembayaran zakat adalah harga pada saat membayar zakat, bukan harga pada saat membeli.

NISHAB ZAKAT UANG KERTAS

Pada zaman dahulu, umat manusia menggunakan berbagai cara untuk bertransaksi dan bertukar barang, agar dapat memenuhi kebutuhannya. Pada awalnya, kebanyakan menggunakan cara barter, yaitu tukar-menukar barang. Akan tetapi, tatkala manusia menyadari bahwa cara ini kurang praktis – terlebih bila membutuhkan dalam jumlah besar maka manusia berupaya mencari alternatif lain. Hingga akhirnya, manusia mendapatkan bahwa emas dan perak sebagai barang berharga yang dapat dijadikan sebagai alat transaksi antar manusia, dan sebagai alat untuk mengukur nilai suatu barang.

Dalam perjalanannya, manusia kembali merasakan adanya berbagai kendala dengan uang emas dan perak, sehingga kembali berpikir untuk mencari barang lain yang dapat menggantikan peranan uang emas dan perak itu. Hingga pada akhirnya ditemukanlah uang kertas. Dari sini, mulailah uang kertas tersebut digunakan sebagai alat transaksi dan pengukur nilai barang, menggantikan uang dinar dan dirham.

Berdasarkan hal ini, maka para ulama menyatakan bahwa uang kertas yang diberlakukan oleh suatu negara memiliki peranan dan hukum, seperti halnya yang dimiliki uang dinar dan dirham. Dengan demikian, berlakulah padanya hukum-hukum riba dan zakat.

Bila demikian halnya, maka bila seseorang memiliki uang kertas yang mencapai harga nishab emas atau perak, ia wajib mengeluarkan zakatnya, yaitu 2,5% dari total uang yang ia miliki. Dan untuk lebih jelasnya, maka saya akan mencoba mejelaskan hal ini dengan contoh berikut.

Misalnya satu gram emas 24 karat di pasaran dijual seharga Rp.200.000,- sedangkan 1 gram perak murni dijual seharga Rp. 25.000,- Dengan demikian, nishab zakat emas adalah 91 3/7 x Rp. 200.000 = Rp. 18.285.715,- sedangkan nishab perak adalah 595 x Rp 25.000 = Rp. 14.875.000,-.

Apabila pak Ahmad (misalnya), pada tanggal 1 Jumadits-Tsani 1428 H memiliki uang sebesar Rp. 50.000.000,- lalu uang tersebut ia tabung dan selama satu tahun (sekarang tahun 1429H) uang tersebut tidak pernah berkurang dari batas minimal nishab di atas, maka pada saat ini pak Ahmad telah berkewajiban membayar zakat malnya. Total zakat mal yang harus ia bayarkan ialah:

Rp. 50.000.000 x 2,5 % = Rp 1.250.000,-
(atau Rp. 50.000.000 dibagi 40)

Pada kasus pak Ahmad di atas, batasan nishab emas ataupun perak, sama sekali tidak diperhatikan, karena uang beliau jelas-jelas melebihi nishab keduanya. Akan tetapi, bila uang pak Ahmad berjumlah Rp. 16.000.000,- maka pada saat inilah kita mempertimbangkan batas nishab emas dan perak. Pada kasus kedua ini, uang pak Ahmad telah mencapai nishab perak, yaitu Rp. 14.875.000,- akan tetapi belum mencapai nishab emas yaitu Rp 18.285.715.

Pada kasus semacam ini, para ulama menyatakan bahwa pak Ahmad wajib menggunakan nishab perak, dan tidak boleh menggunakan nishab emas (karena jika menggunakan nisab emas maka tidak bayar zakat). Dengan demikian, pak Ahmad berkewajiban membayar zakat mal sebesar :

Rp. 16.000.000 x 2,5 % = Rp. 400.000,-
(atau Rp. 16.000.000,- dibagi 40)

Komisi Tetap Untuk Fatwa Kerajaan Saudi Arabia dibawah kepemimpinan Syaikh ‘Abdul-’Aziz bin Bâz rahimahullâh pada keputusannya no. 1881 menyatakan:

“Bila uang kertas yang dimiliki seseorang telah mencapai batas nishab salah satu dari keduanya (emas atau perak), dan belum mencapai batas nishab yang lainnya, maka penghitungan zakatnya wajib didasarkan kepada nishab yang telah dicapai tersebut”.[9]

Catatan Penting Kedua.

Dari pemaparan singkat tentang nishab zakat uang di atas, maka dapat disimpulkan bahwa nishab dan berbagai ketentuan tentang zakat uang adalah mengikuti nishab dan ketentuan salah satu dari emas atau perak. Oleh karena itu, para ulama menyatakan bahwa nishab emas atau nishab perak dapat disempurnakan dengan uang atau sebaliknya.[10]

Berdasarkan pemaparan di atas, bila seseorang memiliki emas seberat 50 gram seharga Rp. 10.000.000, (dengan asumsi harga 1 gram emas adalah Rp. 200.000,-) dan ia juga memiliki uang tunai sebesar Rp. 13.000.000, maka ia berkewajiban membayar zakat 2,5 %. Dalam hal ini walaupun masing-masing dari emas dan uang tunai yang ia miliki belum mencapai nishab, akan tetapi ketika keduanya digabungkan, jumlahnya (Rp. 23.000.000,-) mencapai nishab.

Zakat berarti “tumbuh”, “berkembang”, “menyucikan”, atau “membersihkan”. Sedangkan secara terminologi syari’ah, zakat merujuk pada aktivitas memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk orang-orang tertentu sebagaimana ditentukan.

Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat – syarat yang telah ditentukan oleh agama, dan disalurkan kepada orang–orang yang telah ditentukan pula, yaitu delapan golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 :

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk  budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana .”

Zakat dalam bahasa Arab mempunyai beberapa makna :

Pertama, zakat bermakna At-Thohuru, yang artinya membersihkan atau mensucikan. Makna ini menegaskan bahwa  orang yang selalu menunaikan zakat karena Allah dan bukan karena ingin dipuji manusia, Allah akan membersihkan dan mensucikan baik hartanya maupun jiwanya. Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 103:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan  dan mensucikan  mereka  dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu  ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kedua, zakat bermakna Al-Barakatu, yang artinya berkah. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu membayar zakat, hartanya akan selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT, kemudian keberkahan harta ini akan berdampak kepada keberkahan hidup. Keberkahan ini lahir karena harta yang kita gunakan adalah harta yang suci dan bersih, sebab harta kita telah dibersihkan dari kotoran dengan menunaikan zakat yang hakekatnya zakat itu sendiri berfungsi  untuk membersihkan dan mensucikan harta.

Ketiga, zakat bermakna An-Numuw, yang artinya tumbuh dan berkembang. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya (dengan izin Allah) akan selalu terus tumbuh dan berkembang. Hal ini disebabkan oleh kesucian dan keberkahan harta yang telah ditunaikan kewajiban zakatnya. Tentu kita tidak pernah mendengar orang yang selalu menunaikan zakat dengan ikhlas karena Allah, kemudian banyak mengalami masalah dalam harta dan usahanya, baik itu kebangkrutan, kehancuran, kerugian usaha, dan lain sebagainya. Tentu kita tidak pernah mendengar hal seperti itu, yang ada bahkan sebaliknya.

Selama beraktivitas di Lembaga Amil Zakat, sampai saat ini penulis belum menemukan orang –orang yang rutin menunaikan zakat kemudian berhenti dari menunaikan zakat disebabkan usahanya bangkrut atau ekonominya bermasalah, bahkan yang ada adalah orang–orang yang selalu menunaikan zakat, jumlah nominal zakat yang dikeluarkannya dari waktu ke waktu semakin bertambah besar, itulah bukti bahwa zakat sebenarnya tidak mengurangi harta kita, bahkan sebaliknya. Memang secara logika manusia, dengan membayar zakat maka harta kita akan berkurang, misalnya jika kita mempunyai penghasilan Rp. 2.000.000,- maka zakat yang kita keluarkan adalah 2,5 % dari Rp. 2.000.000,- yaitu Rp 50.000,-. Jika kita melihat menurut logika manusia, harta yang pada mulanya berjumlah Rp.2.000.000,- kemudian dikeluarkan Rp. 50.000,- maka harta kita menjadi Rp. 1.950.000,-  yang berarti jumlah harta kita berkurang. Tapi, menurut ilmu Allah yang Maha Pemberi rizki, zakat yang kita keluarkan tidak mengurangi harta kita, bahkan menambah harta kita dengan berlipat ganda.  Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 39 :

“Dan sesuatu riba  yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka  itulah orang-orang yang melipat gandakan .”

Dalam ayat ini Allah berfirman tentang zakat yang sebelumnya didahului dengan firman tentang riba. Dengan ayat ini Allah Maha Pemberi Rizki menegaskan bahwa riba tidak akan pernah melipat gandakan harta manusia, yang sebenarnya dapat melipat gandakannya adalah dengan menunaikan zakat.

Keempat, zakat bermakna As-Sholahu, yang artinya beres atau keberesan, yaitu bahwa orang orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya akan selalu beres dan jauh dari masalah. Orang yang dalam hartanya selalu ditimpa musibah atau  masalah, misalnya kebangkrutan, kecurian, kerampokan, hilang, dan lain sebagainya boleh jadi karena mereka selalu melalaikan zakat yang merupakan kewajiban mereka dan hak fakir miskin beserta golongan lainnya yang telah Allah sebutkan dalam Al – Qur’an.

Animasi Pedulisehati Kecil

Jadilah ‪#‎DonaturTetap

Dari ’Aisyah RA,
Rasulullah SAW bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala
adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”
’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.

An Nawawi: ”Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun rutin dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja”

Jadilah ‪#‎DonaturTetap

bisa dari

1. Ke ATM Rutin
2. DI Auto Debet dari rek, di Daftarkan dari CS Bank masing masing
3. Di Auto Debet di Bendahara Kantor Masing masing

‪#‎SEGERALAH‬,
selagi masih ada kesempatan,
Siapatahu ini kesempatan terakhir bagi Kita

Animasi Pedulisehati Panjang

KIRIM,TRANSFER 

Klik Di bawah ini

pedulisehati 2013 dot com

LAZ PEDULISEHATI SK Menteri Hukum dan HAM RI

No : AHU-5285.AH.04 Tahun 2011

Rekomendasi BAZNAS

No 31/SR/BAZNAS-DIY/XI/2016

Member Forum Zakat

IMG-20170526-WA0080-1

IMG-20170526-WA0080-2

Advertisements

Bagaimana Harta bisa di bawa Mati

Bagaimana Harta bisa di bawa Mati

Mari kita hayati Hikmah HARTA

Apakah Harta bisa di bawa mati?

1. RUMAH
Ketika kita mati , Rumah kita tidak kita bawa mati,akan berganti nama dan berganti pemilik
2. UANG di Rekening Sinpanan, akan berbalik nama /spesimen
#3 Perkara Yang Dibawa Mati  (1)
Bagaimanakah Cara supaya bisa di bawa Mati?
Dari Abu Hurairah RA. bahawa Rasulullah SAW bersabda:
 “Apabila seseorang itu meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara,:sedekah jariah,  ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang soleh mendoakan untuknya.
Mari Siapkan #3 Perkara Yang Dibawa Mati

Jadikan Harta menjadi Jariyah,

Menjadi Harta yang akan terus mengalir

Sedekah yang berterusan dan kekal manfaatnya
Mewakafkan tanah,dirikan Masjid, Pesantren,Panti Yatim akan terus  mendatangkan manfaat
Sedekah Jariyah Peduli Sehati
1. Program Rumah/Pesantren Yatim Tahfidh Qur’an
2. Program Rumah Sehati Untuk Anak Faqir dan Dhuafa
3. Zakat ke LAZ Peduki Sehati
A.Donasi PEMBEBASAN TANAH
– Pembelian Tanah di Rumah SEHATI  Sleman     : Rp. 2 juta/Meter
– Pembebasan  Tanah Pesantren Yatim Daarusalam  : Rp. 500.000,-/Meter
B.DONATUR TETAP OPERASIONAL
Pesantren dan Rumah Sehati         Rp.100.000,-/Santri/Bulan
Paket Kesehatan Faqir Miskin/Diffabel      Rp.100.000,-/Pasien/Diffabel
C. Berapapun Sedekah Jariyah, tidak di batasi Jumlahnya,
Ajrakallah wa Barakallah.
Semoga di terima Amalnya dan Berkah.
Bagaimanakah Harta Bisa di bawa Mati Peduli Sehati
Ingin menjadi Donatur ?
atau kita Sedekah Jariyah atasnama Orangtua/Anak kita kita


Kemudahan Via 10 Rekening Semua atasnama lembaga ( Bukan Pribadi )
an.YAYASAN PEDULI SEHATI
-BCA : 456-497-1393
-MANDIRI: 137-000-7922-129
-BRI : 111-101-001-574-539
-BSM : 701-7766-028
-BMI : 531-003-4476
-BNI Syariah: 022-161-4997
-BTN Syariah: 722-3000-899
-CIMB Niaga Syariah:5080-1000-25002
-BRI Syariah: 1000-127-597
-GIRO POS Online No. Rek: 550-0030-825
Konfirmasi SMS Donasi
Sedekah atasnama Nama Orang tua/Pribadi
SMS/WA ke 08572-9000-655
IMG-20170526-WA0080-1.jpg
IMG-20170526-WA0080-2

Jangan jadikan rumah kita seperti kuburan: Jadikan Rumah Qur’an

Jangan jadikan rumah kita seperti kuburan: Jadikan Rumah Qur’an

pedulisehati-rumah-yang-tidak-dibaca-qs-albaqarah-seperti-kuburan

17 tahun di kuburan.jpg

Kisah seorang pemuda yang hidup selama 17 tahun dalam kuburan?

Pemuda ini lahir dari keluarga berada.
Ayah dan Ibunya orang yang terpandang dan memiliki kekayaan yang berlimpah.
Orang-orang tidak tahu bahwa kedua orang tua terpandang inilah yang memasukkan anaknya ke dalam kuburan,
dan menjalani hidup selama 17 tahun di dalam kuburan!
Setiap hari, sang anak makan, minum dan tidur di dalam kuburan, yang penuh kegelapan.
Sang Anak juga hanya bisa menjalani apa yang diberikan kedua orang tuanya, tanpa perlawanan.

Menjelang ulang tahun pemuda itu yang ke-17,
orang tuanya berjanji akan mengabulkan apa pun permintaan si pemuda sebagai hadiah ulang tahunnya.
Sang pemuda berpikir, inilah saatnya dia akan mengajukan permintaannya,
ia tidak ingin lagi tinggal di kuburan, tapi apakah orang tuanya benar-benar akan mengabulkan permintaannya?
Hari itu pun tiba. Sang pemuda berulang tahun yang ke-17.
Kedua orang tuanya datang menghampiri dan menanyakan hadiah apa yang ia inginkan.
Sang pemuda menjawab, “Ayah, Ibu… saya tidak meminta banyak, saya hanya minta satu hal.” “Apa, Nak? katakanlah, Ayah dan Ibu pasti akan mengabulkan permintaanmu”
“Ayah dan Ibu berjanji?”
“Tentu, Nak. Ayah dan Ibu berjanji akan memenuhi permintaanmu, selama kami mampu.”
“Ayah… Ibu… saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan”
“Apa? Apa maksud permintaanmu itu, Nak?”
“Ayah sudah berjanji akan mengabulkan permintaanku,
dan hanya itu permohonanku, Yah.”
“Iya, Nak. Ayah sudah berjanji… tapi… tapi… Ayah tidak mengerti, Nak.”
“Ayah, sudah 17 tahun saya tinggal di sini, tapi tidak seharipun saya mendengar Ayah atau Ibu membaca Alquran.
Sedangkan Rasululloh pernah mengatakan
bahwa rumah yang tidak pernah dibacakan Alquran di dalamnya adalah seperti kuburan.
Saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan, Yah.”“
” Ayah dan Ibu sang pemuda terdiam.
“Ayah dan Ibu bahkan tidak pernah mengajariku bagaimana membaca Alquran.
Memang rumah ini mewah, besar dan orang-orang melihatnya sebagai istana.
Tapi mereka tidak tahu, bahwa di mata Rasululloh, rumah ini seperti kuburan.
Jika Ayah dan Ibu mau menepati janji mengabulkan permintaanku, tolong Yah..
Aku tidak ingin lagi tinggal di kuburan.
Ajarilah aku membaca Alquran, agar rumah ini bercahaya dengan cahaya Alquran.
”Renungan Di manakah kalian selama ini makan, minum, tidur dan menetap?
di rumahkah? di kos kah? di kontrakan kah? atau kah di kuburan?
karena Rasulullah mengibaratkan rumah yang tidak pernah dibacakan Alquran di dalamnya,
seperti kuburan..

bersama yatim ds (4).jpg

Jangan jadikan rumah kita seperti kuburan? Bagaimanakah rumah yang seperti kuburan itu? Rumah tersebut tidak pernah dikerjakan shalat di dalamnya, baik shalat wajib maupun sunnah. Rumah tersebut selalu lalai dari bacaan Al Qur’an. Itulah rumah yang seperti kuburan.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al Baqarah.” (HR. Muslim no. 1860)

Zakat Infaq sedekah Pedui pemberdayaan Yatim Penghapal Qur'an (1)

Anak anak santri menghapal Qur’an

Do’a Santri Rumah Qur’an Sehati

Jadikan kami Anak yang Sholih Sholihah

Robbi hablii minash shoolihiin

Santri RQS , Sehati Voice:

Ayo Ngaji Qur’an RQ Sehati

Motivasi Rumahku Rumah Qur’an : Bunda Nunung,bercerita mengharukan belajar Qur’an dari Nol, bagaimana semangat anak anak dan orangtuanya dalam menghapal Qur’an

Motivasi Rumahku Rumah Qur’an : Bunda Rita, mendidik dan menkondisikan Rumah putra putri Hafidz Qur’an. Putra putri bunda Rita ada 3 yang sudah selesai Hapal Qur’an 30 Juz pada usia anak anak. dan 2 anak 3 tahun dan 5 tahun yang sedang menghapal Qur’an

Motivasi Rumahku Rumah Qur’an : Dialog Bagaimana Manajemen Rumah Qur’an, Tips menghapal

Peduli Sehati bekerjasama dengan Forum Maahid Qur’an serta beberapa Rumah Qur’an mengembangkan Rumah rumah Qur’an,beberapa rumah Qur’an ini sekarang Over Load, Penuh, bahasa Jawanya uyel uyelan atau berjubel,

ada yang mengaji  di Ruang tamu ukuran 3×4 Meter untuk mengaji 70 santri, sehingga santri harus mengantri sejak ba’da Ashar sampai malam. Beberapa menolak santri untuk Muqim menghapal Qur’an karena ketiadaan Rumah untuk menampung.

Mari Berpastisipasi, mari berperan aktif dengan beramal :

1. Wakaf/Hibah Rumah untuk Rumah Qur’an

2. Donasi untuk Rumah Qur’an

Caranya MUDAH

KLIK : https://www.pedulisehati.com
IG : https://www.instagram.com/rumahquransehati/
Lokasi Maps : Rumah Qur’an Sehati
https://goo.gl/maps/BjCQGUMfGi52
email : pedulisehati@gmail.com
Hotline
WA : 085729000655
Pengasuh : WA 08156887997

Jadilah ‪DonaturTetap Rumah Qur’an

bisa dari
1. Ke ATM /Internet Banking Rutin

2. DI Auto Debet dari rek, di Daftarkan dari CS Bank. Bendahara Kantor masing masing

3.  Salurkan Dana Sosial , Ziswaf di Lembaga/Kantor untuk  Rumah Qur’an

Perniagaan yang Tak Akan Merugi Pembangunan Masjid dan Pesantren Terpadu Tahfidz Qur'an Sehati Daarusalam

Perniagaan yang Tak Akan Merugi Pembangunan Masjid dan Pesantren Terpadu Tahfidz Qur'an Sehati (4)

Animasi Pedulisehati Panjang

JANGAN MENUNDA BERSEDEKAH

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”

(QS: Al MUNAFIQUN,Ayat 10 )

pedulisehati 2013 dot com

Do’a untuk Donatur Rumah Qur’an Sehati

Berita di Media : Ribuan Orang ikut Pengusapan Anak Yatim

Berita di Media : Ribuan Orang ikut Pengusapan Anak Yatim

1. KORAN SINDO
http://www.koran-sindo.com/news.php?r=5&n=32&date=2016-10-12
Tumbuhkan Semangat Jiwa Sosial Dan Rasa Kepedulian Sesama

Tumbuhkan Semangat Jiwa Sosial Dan Rasa Kepedulian Sesama


Ribuan orang, kemarin pagi, berdatangan dari Desa Blongkeng dan Plosogede, Kecamatan Ngluwar, serta Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, menuju kompleks Pondok Pesantren Darussalam, Dusun Gatak Titang, Plosogede.

Kedatangan ribuan orang tersebut untuk memberikan santunan dan pengusapan kepala anak yatim piatu yang dilangsungkan di kompleks ponpes setiap 10 Sura atau 10 Muharam, kemarin. Mereka datang silih berganti, setelah sampai di kompleks ponpes, kemudian menuju di deretan anak yatim piatu, yatim maupun piatu yang duduk dengan memakai seragam khusus.

Mereka duduk berjajar di kursi dengan dua sap dengan pembatas kain yang digunakan sebagai pintu bagi warga masyarakat. Adapun anak yatim piatu yang terkecil berusia 3 tahun, sedangkan yang besar usia 15 tahun. Ribuan orang yang datang tersebut begitu tiba terus menemui anak yatim piatu untuk mengusap kepalanya. Sedangkan di paling ujung terdapat kotak amal, tempat sedekah.

Ada pula setelah mengusap kepala dan menyantuni anak yatim piatu, mereka terus mengikuti pengajian hingga akhir. Tapi ada pula yang datang untuk mengusap kepala dan menyantuni anak yatim piatu, kemudian terus pulang. Tak jarang pula saat mengusap para anak yatim piatu tersebut, warga masyarakat terlihat meneteskan air matanya.

Bahkan, ada pula yang berulang kali sambil mengusap kepala anak yatim piatu menyeka air matanya. Tradisi mengusap kepala dan penyantunan anak yatim piatu tersebut dilangsungkan sejak 2005 dan dilaksanakan setiap 10 Muharam atau 10 Sura. Panitia Pengusapan Kepala dan Penyantunan Anak Yatim Piatu Saiful Anam mengatakan, jumlah anak yatim piatu yang disantuni sebanyak 104 anak terdiri anak yatim, piatu maupun yatim piatu dari Desa Plosogede, Blongkeng, dan Sirahan.

Acara yang dilakukan setiap tahun pada 10 Sura tersebut dimaksudkan untuk mengajak warga sebagai bentuk kepedulian. “Pada tahun lalu terkumpul Rp60 juta yang semuanya dibagi rata bagi anak yatim piatu yang disantuni. Untuk tahun ini, uang santunan yang terkumpul sebesar Rp61,5 juta,” kata Saiful, kemarin. Adapun usia anak yang disantuni, terkecil usia 3 tahun.

Ayah anak tersebut meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Sedangkan setiap tahunnya satunan yang terkumpul mengalami kenaikan, namun demikian jumlah penerima santunan juga mengalami peningkatan. “Dari santunan yang terkumpul tersebut dibagi rata bagi semua anak yatim piatu. Untuk setiap bulannya, anakanak ini mendapatkan santuan sebesar Rp50.000,” kata Saiful.

Sementara itu, seorang warga, Ahmad H, 64, warga Karang Sanggrahan, Plosogede me – ngaku, setiap tahunnya mengikuti acara penyantunan dan pengusapan anak yatim piatu. Pihaknya merasa terharu saat mengusap kepala anak yatim piatu yang telah didata panitia sebelumnya. “Insya Allah, setiap tahunnya kami ikut acara ini. Warga dengan seikhlasnya memberikan santunan,” kata Ahmad yang seorang petani itu

Media Lainya :

2. SUARA MERDEKA

http://berita.suaramerdeka.com/ribuan-warga-antri-mengusap-kepala-anak-yatim/

3. REPUBLIKA

http://www.republika.co.id/berita/koran/khazanah-koran/14/11/05/nejy0913-ribuan-warga-usap-kepala-anak-yatim

4. KOMPAS

http://regional.kompas.com/read/2014/11/03/21392471/Mengharukan.Tradisi.Usap.Kepala.Anak.Yatim.di.Magelang
5. METRO JATENG

http://metrojateng.com/2016/10/11/meraup-pahala-10-muharram-lewat-kepala-anak-yatim/

Meraup Pahala 10 Muharram Lewat Kepala Anak Yatim

Ribuan jamaah melakukan tradisi mengusap kepala dan memberikan doa dan santunan  kepada anak yatim di hari ke 10 bulan Muharram, Selasa (11/10). Pemberian santunan dipercaya bisa melipatgandakan pahala mereka.(foto: ch kurniawati)

MAGELANG- Sudah menjadi tradisi, setiap tanggal 10 Muharram dalam penanggalan Islam, ponpes Darussalam gatak Titak, kecamatan Ngluwar kabupaten Magelang, menggelar acara pengusapan kepala bagi anak yatim. Karenanya, pada Selasa (11/10) sejak pagi hingga sore hari, suasana di ponpes ini sangat ramai dan meriah.

     Ribuan warga dari Desa Blongkeng dan Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar serta Desa Sirahan Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang menggelar tradisi pengusapan kepala anak yatim.

    Puluhan anak yatim pun sengaja di datangkan dan  duduk berjejer di tempat yang sudah disediakan. Hal itu untuk mempermudah kaum muslim mencurahkan sayangnya,dengan cara mengusap kepala dan mendoakan  mereka.

    Banyak jamaah yang tidak kuasa menitikkan air mata saat mencium para anak yatim piatu itu. Demikian juga dengan anak-anak yang terharu karena ternyata banyak yang peduli dengan keberadaan mereka.

    Diantara puluhan anak yatim, terdapat Eliska Putri Nabila yang masih berumur 3 tahun.Ia berasaldari Dusun Jatisari, desa Blongkeng. Bocah kecil ini kehilangan ayahnya karena kecelakaan.

    Usai mengusap dan memberi doa kepada anak yatim, jamaahpun dengan suka rela  memasukkan infaq dengan besaran seikhlasnya, ke dalam kotak yang telah disediakan.

    Ketua panitia Syariful Anam menjelaskan, sebenarnya anak yatim yang diundang dan akan diberi santunan sebanyak 104 orang. Namun yang datang hanya 69 orang karena sebagian dari mereka sedang sekolah.

    Menurut Anam, tradisi yang di gelar ini selain meneruskan tradisi yang sudah ada sejak nabi Muhammad.Menurut  kepercayaan, barang siapa mengusap dan memberikan santunan kepada anak yatim pada 10 Muharram, maka akan mendapatkan pahala dan bahkan bisa dilipatgandakan.

    Dalam acara ini, berhasil terkumpul dana sebesar Rp61.500.000,00. Uang infaq itu selanjutnya bagikan kepada para anak yatim yang diundang dan yang berhalangan.

    Di luar tanggal 10 Muharram, imbuh Rahmad, pihaknya juga rutin memberikan santunan Rp50 ribu/bulan. Santunan itu diambilkan uang infaq di pondok. Uang yang diberikan, nantinya digunakan memenuhi keperluan sehari-hari dan sekolah. “Jangan sampai anak-anakini putus sekolahnya,” kata Rahmad. (MJ-24)

Seperti apakah
Film #Pengusapan anak Yatim ?
KLIK  Seperti apakah Film dan Foto Pengusapan anak Yatim ? 

Ikut Peduli :

Animasi Pedulisehati Kecil

Animasi Pedulisehati Panjang

Mengharukan, Pengusapan Anak Yatim Usia SD Peduli Sehati , 10 Muharam 1438-11 Oktober 2016

Seperti apakah Pengusapan Anak Yatim Usia SD Peduli Sehati , 10 Muharam 1438-11 Oktober 2016

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-5

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-9

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-2

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-16

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-3

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-4

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-17

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-8

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-15

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-7

pedulisehati-penyantunan-anak-yatim-10-muharam-1438-okt-2016-11

Animasi Pedulisehati Panjang

Jadilah Keluarga Sehati : Penyantun dan Pengasuh Yatim “Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti ini”, Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. ” (HR. Bukhori). 

Jadilah Keluarga Sehati : Penyantun dan Pengasuh Yatim

Infaq Pengembangan Rumah Tahfidz Qur'an Sehati (6)

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ كَهَاتَيْنِ فِى الْجَنَّةِ ,

وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى , وَفَرَّقَ بَيْنَهُمَا قَلِيلاً

Saya dan orang yang menanggung hidup anak yatim seperti dua jari ini ketika di surga.” Beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau memisahkannya sedikit.” (HR. Bukhari no. 5304)

Perniagaan yang Tak Akan Merugi Pembangunan Masjid dan Pesantren Terpadu Tahfidz Qur'an Sehati Daarusalam

“Klik Film berikut : Sedikit,  Dokumentasi Penyantunan  Pengusapan Anak Yatim,

Dengarkan Lantunan Pujian Anak Yatimnya

Menyentuh hati dan melembutkan hati”

Syiir  anak yatim, Menyentuh Hati

Peduli Yatim

Haru rindu anak yatim kepada Ayah

Yatim Rindu Ayah

Doa  Santri dan Jamaah

Haru,santri Yatim&Ibunya Menangis

Animasi Pedulisehati KecilAmal Sedekah yang akan kekal manfaatnya
Wakafkan tanah, dirikan Masjid, Pesantren,Panti Yatim.
amalan terus  mendatangkan manfaat

A.Donasi PEMBEBASAN TANAH
– Pembelian Tanah di Rumah Qur’an SEHATI          : Rp. 2 juta/Meter
– Pembebasan  Tanah Pesantren Yatim Daarusalam  : Rp. 1 juta/Meter

B.DONATUR TETAP OPERASIONAL PROGRAM
Pesantren dan Rumah Sehati         Rp.100.000,-/Santri/Bulan
Paket Kesehatan Faqir Miskin/Diffabel      Rp.100.000,-/Pasien/Diffabel

C. Berapapun Donasi, tidak di batasi Jumlahnya,
Ajrakallah wa Barakallah.
Semoga di terima Amalnya dan Berkah.

 Animasi Pedulisehati Panjang

Kenapa Kita Harus Peduli Yatim?


Ayat Ayat Dalam Al Qur’an
“Dan mereka bertanya kepadamu mengenai anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan anak-anak yatim itu amat baik bagimu.”

(QS Al Baqoroh,2:220)

“Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dan kaum kerabat dan anak-anak yatim.”

(QS An Nisaa,4:127)

“Maka adapun terhadap anak yatim, maka janganlah engkau hinakan.”

(QS Ad Dhuha,93:9)

 

Hadist Kenapa kita Harus Peduli Yatim

Rasulullah saw. bersabda, “Aku dan penjaga anak yatim akan berada di dalam Jannah yang berdekatan seperti dekatnya jari tengah dan jari telunjuk.” Rasulullah saw. mengisyaratkan bahwa jari tengah lebih tinggi dari jari telunjuk, maksudnya adalah karena kenabian, kedudukan beliau saw. lebih tinggi dari orang lain, tetapi ‘penjaga’ anak yatim dan penjaga harta mereka akan berada berdekatan dengan beliau Nabi  SAW.

 “Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.”

[HR. Abu Ya’la dan Thobroni, Shohih At Targhib].

“Ada seorang laki-laki yang datang kepada nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabipun bertanya : sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.”

[HR Thobroni,At Targhib]

Suatu ketika Saib bin Abdulloh rodhiyallohu ‘anhu datang kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, maka Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya :
“Wahai Saib, perhatikanlah akhlak yang biasa kamu lakukan ketika kamu masih dalam kejahiliyahan, laksanakan pula ia dalam masa keislaman. Jamulah tamu, muliakanlah anak yatim, dan berbuat baiklah kepada tetangga.”

[HR.Ahmad dan Abu Dawud, Shohih Abu Dawud]

 Pengusapan Anak Yatim

Rasululllah saw bersabda :
“Barangsiapa meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka Allah akan menuliskan kebaikan pada setiap lembar rambut yang disentuh tangannya. (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Aufa)

” seorang laki-laki mengeluh kepada Nabi s.a.w., karena hatinya yang keras. Nabi s.a.w. berkata: -‘Usaplah kepala yatim, dan berilah makan orang miskin’. (HR. Ahmad)

Adalah Pesantren Darussalam yang terletak di dusun Gatak desa Plosogede kecamatan Ngluwar kabupaten Magelang Jawa Tengah, yang sejak 7 tahun terakhir memfasilitasi masyarakat untuk melakukan penyantunan dan pengusapan anak yatim. Acara penyantunan dan pengusapan anak yatim berlangsung setiap Hari Lebaran Anak Yatim ( Istilah untuk hari 10 Muharam / Assyuro). Dalam acara ini masyarakat sekitar sangat antusias mengikutinya, tidak hanya dari golongan kaya tetapi warga yang masuk kriteria miskinpun sangat antusias memberikan pengusapan dan penyantunan kepada anak-anak yatim yang setiap tahunnya rata-rata berjumlah 80 an anak yang disantuni.

Bahkan pernah ada seorang nenek yang “hanya” memberikan permen demi melaksanakan sunnah Rasul menyantuni dan mengasihi anak yatim. Sungguh sesuatu yang membuat terharu sekaligus membuat malu bagi orang yang lebih mampu namun belum juga tergerak untuk menyantuni anak yatim.

Pengusapan dan penyantunan anak yatim   dilaksanakan padasetiap  10 Muharram,   bapak ibu  Sahabat dapat berpartisipasi dalam acara penyantunan dan pengusapan anak yatim, dapat juga menyalurkan donasi KAPANPUN ( tidak harus 10 Muharam bisa),   lewat Rekening Yayasan Peduli Sehati untuk mendukung program ini maupun program lain.

Jika ingin datang langsung ke Pondok Pesantren Yatim Tahfidhul Qur’an Daarusalam Alamat : Desa Plosogede  Ngluwar Magelang ( Lihat Peta, Lokasi Terpolosok  dan desa, Bertanyalah jalan yang Mudah karena Jalanmenuju Lokasi beberapa Rusak karena Dampak Lahar dingin Merapi )

Atau Donasi Via Peduli Sehati

untuk Program Pengasuh Anak Yatim

Diriwayatkan bahwa Rasul saw menyayangi anak2 yatim, dan lebih menyayangi mereka pd hari 10 muharram (Asyura). dan menjamu serta bersedekah pd 10 muharram bukan hanya pd anak yatim tapi keluarga, anak, istri, suami dan orang orang terdekat, karena itu sunnah beliau saw dan pembuka keberkahan hingga setahun penuh. (Faidhul qadir juz 6 hal 235-236).

Diriwayatkan pula bahwa sayyidna Umar ra menjamu tamu dengan jamuan khusus, pada malam 10 muharram(Musnad Imam Tabrani/ Tafsir Ibn katsir Juz 3 hal 244)

JANGAN MENUNDA BERSEDEKAH

Dari Abu Hurairah r.a:
“Ada seorang lelaki datang kepada Nabi s.a.w.
lalu berkata: “Ya Rasulullah, sedekah manakah yang teragung pahalanya?”

Rasulullah s.a.w. bersabda:
“jikalau engkau bersedekah, sedangkan engkau itu masih sehat,
dan sebenarnya engkau merasa sayang mengeluarkan sedekah itu,
karena takut menjadi fakir dan engkau amat mengharap-harapkan untuk menjadi kaya.

Tetapi janganlah engkau menunda-nunda,
sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkong lalu berkata:
“Untuk si Fulan itu, yang ini dan untuk si Fulan ini, yang itu,
sedangkan orang yang engkau maksudkan itu
telah memiliki apa yang hendak kau berikan.”
(Muttafaq ‘alaih)

Infaq Pengembangan Rumah Tahfidz Qur'an Sehati (5)

infaq pengembangan Rumah Qur'an pedulisehati 085729000655

Pembangunan Ponpes Yatim Tahfidz Qur'an Sehati (2)

anak anak santri sehati pedulisehati (3)

peta yatim center yatim penghapal qur'an www.pedulisehati (3)

Salurkan Qurban ke Gunungkidul dan Pesantren Yatim

Salurkan Qurban ke Gunungkidul dan Pesantren Yatim

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al Kautsar: 2)

Salurkan Qurban ke Gunungkidul dan Pesantren Yatim Pedulisehati (1)

Qurban Peduli Sehati

Qurban Jangan  Mubadhir atau berlimpah di perkotaan dan perumahan, sementara di desa miskin ada yang Satu desa, satu masjid tidak ada Hewan Qurbannya

Salurkan Qurban ke Gunungkidul dan Pesantren Yatim Pedulisehati (2)

 “Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah”. (Q.S. Al-Kautsar: 2)

“Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban maka janganlah ia mendekati tempat sholat id kami”. (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah)

 Distribusi Qurban  ke wilayah-wilayah yang membutuhkan dan Rumah Qur’an Sehati, Pondok Pesantren Terbelakang dan Miskin,  yang ada di Yogyakarta dan Magelang.

Mengapa di Gunungkidul?

Mengingat, daerah ini salah satu kabupaten yang keadaan ekonomi masyarakatnya rata-rata menengah ke bawah. Kesadaran masyarakat untuk berqurban masih rendah yang disebabkan oleh kondisi ekonomi yang kurang.

HARGA HEWAN QURBAN

Menyesuaikan perkembangan Harga Hewan Qurban

Perkiraan harga DI Gunung Kidul pada September 2016

Kambing          : Rp. 2.200.000,00

Sapi                  : Rp. 17.500.000,00

1/7 sapi             : Rp. 2.500.000,00

Salurkan Qurban ke Gunungkidul dan Pesantren Yatim Pedulisehati (3).JPG

Salurkan Qurban ke Gunungkidul dan Pesantren Yatim Pedulisehati (4)

TATA CARA Qurban Peduli Sehati :

TATA CARA Qurban Peduli Sehati :

1. Biaya Qurban diKirim Via rekening Bank Peduli Sehati
2. WA ke ke Hotline Peduli Sehati 08572-9000-655
3. Beserta Data Mudhohi :
-Nama Mudhohi/Pekurban : (Nama) bin (nama Ayah),untuk Di Niatkan ketika menyembelih/Memotong dan kita Do’akan
Jumlah kiriman,di kirim ke rekening Peduli Sehati Via Bank yang Mana, untuk di belikan Hewan Qurban yang sesuai dengan standar yang disyariahkan

4. Mohon SMS/WA juga alamat Email atau Alamat Rumah untuk Mengirim Laporan Qurban

FADHILAH-KEUTAMAAN :

Dari Ibnu ‘Abbas dari Nabi SAW. beliau bersabda: “Tidak ada amal yang lebih utama pada hari-hari (tasyriq) ini selain berkurban. ” Para sahabat berkata, “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah), lalu dia tidak kembali lagi.” (H.R. Bukhari : 916)

“Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)

Diriwayatkan dari sahabat Zaid ibn Arqam, ia berkata : “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

Bisa juga Hewan Qurban di ANTAR LANGSUNG bersama keluarga,
sekalian bisa  #MENYAKSIKAN LANGSUNG Langsung Pemotongan
-Waktu    : Setelah Sholat Hari Pertama Idul Adha

-Lokasi   1. Di Gunung Kidul

LOkasi Qurban peduli Sehati di Gunugkidul

-Lokasi 2 di Pesantren Yatim Daarusalam Magelang

peta yatim center yatim penghapal qur'an www.pedulisehati (2)

Siapkan bekal Akhirat

Syiir  anak yatim, Menyentuh Hati

Peduli Yatim

Doa  Santri dan Jamaah

Haru,santri Yatim&Ibunya Menangis

pedulisehati 2013 dot com

Jika Belum Qurban, maka Bersedekahlah